Breaking News:

Berita Banjarnegara

Banyak Ternak Sapi, Warga Banjarnegara Bisa Sulap Tlepong Jadi Biogas

Pemanfaatan energi terbarukan menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengurangi  emisi karbon.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI
Ilustrasu. Tempat penampungan sapi 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Pemanfaatan energi terbarukan menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengurangi  emisi karbon. Ini dinilai krusial untuk mencegah dampak perubahan iklim yang mengancam kehidupan umat manusia. 

Sayang pemanfaatan energi terbarukan sejauh ini belum optimal. Padahal potensi sumber energi dari alam begitu besar. 

Di Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya, pemanfaatan energi terbarukan terus ditingkatkan. 

Kepala Cabang Dinas ESDM Serayu Selatan Supriharjiyanto mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan

Di tahun 2020 misalnya, pihaknya memfasilitasi pemanfaatan biogas hasil penguraian kotoran sapi untuk dua kelompok masyarakat di Kabupaten Purbalingga. 

Pada tahun 2021, pihaknya kembali memfasilitasi pemanfaatan biogas dari kotoran sapi di Desa Tapen dan Desa Karangjambe Kecamatan Wanadadi Banjarnegara

"Kami bantu digester sampai distribusi ke kompor, " katanya, Kamis (17/6/2021) 

Di dalam tangki kedap udara itu, kotoran sapi mengalami proses fermentasi hingga menghasilkan biogas.  Gas tersebut dapat disalurkan ke rumah menggunakan pipa. 

Gas itu dapat dipakai untuk memasak dengan kompor gas.  Dengan demikian, warga bisa menghemat pengeluaran untuk membeli gas elpiji. 

Potensi pemanfaatan biogas cukup besar mengingat banyak masyarakat di wilayah Banjarnegara dan sekitar yang memelihara sapi. 

Sayangnya masyarakat selama ini hanya memanfaatkan ternak itu dengan mengambil daging dan susunya. Padahal, kotoran sapi bisa menghasilkan energi alternatif yang berguna. 

Ke depan pihaknya akan mendorong masyarakat, terutama yang memiliki ternak untuk mamanfaatkan biogas dari kotoran sapi. Ia menilai, masyarakat secara mandiri sebenarnya bisa membuat digester atau instalasi penghasil gas dari kotoran sapi. Teknologi itu pun dinilainya cukup murah sehingga terjangkau oleh masyarakat. 

Hanya butuh kontinuitas ternak sapi untuk mempertahankan agar pasokan kotoran sapi tetap terjaga. 

"Itu kan (digester) seperti bikin septic tank. Terus beli pipa dan kompornya, terjangkau " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved