Breaking News:

Berita Kendal

Bendung Bodri di Singorojo Kendal Dibangun Tahun 2023

Pemkab Kendal mengebut berbagai pembangunan proyek strategis nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian PUPR, Arvi Argyantoro memberikan sambutan dan arahan terkait rencana pembaungan bendung bodri, Kamis (17/6/2021) di Pendopo Tumenggung Bahurekso. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal tengah mengebut berbagai pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Setelah kawasan industri Kendal (KIK) dan rencana pembangunan pabrik baja di Patebon, Pemkab Kendal juga mengupayakan realisasi pembangunan bendung bodri yang terletak di Kecamatan Singorojo. 

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, bendung bodri diharapkan bisa dibangun pada 2023 setelah melalui beberapa tahapan. Rencananya, bendung seluas 250 hektare itu dibangun di Dusun Tempuran, dan Dusun Jaro Desa Banyuringin, serta Dusun Pendem Desa Kaliputih Kecamatan Singorojo.

Nantinya, bendung bodri ini memiliki kapasitas daya tampung 41,8 juta meter kubik. Dengan luasan tersebut, diharapkan dapat menampung air baku 2,26 meter kubik perdetik sehingga dapat digunakan untuk mengairi irigasi seluas 8.861 hektare, dan mereduksi banjir 140 meter kubik perdetik. 

"Bendungan Bodri ini termasuk proyek prioritas tahun anggaran 2020-2024 dan didanai melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan rencana anggaran biaya Rp 1,18 triliun," terangnya di Kendal, Kamis (17/6/2021).

Kata Dico, bendung ini nantinya diharapkan berdampak positif untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, sektor industri dan pariwisata Kendal. Dengan itu, Dico juga berharap bendung bodri ini dapat diintegrasikan dengan jalur wisata sepeda yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal, agar roda perekonomian warga sekitar meningkat.

"Saat ini tahapan terus berjalan, termasuk menyediakan lahan relokasi bagi masyarakat yang terdampak sesuai mata pencahariannya masing-masing. Semoga proyek ini segera berjalan, syukur lebih cepat dari target. Nanti bendungan bodri ini jadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jateng," tutur Dico.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kendal, Sugiono menambahkan, sebanyak 140 kepala keluarga (KK) yang terdampak bakal direlokasi dalam satu tempat. Pihaknya sudah menyediakan dua alternatif tempat relokasi di sekitar Desa Kaliputih dan Banyuringin.

"Anggarannya nanti dari pusat dengan skema KPBU. Ada perubahan sedikit dari ketinggian bendungan awal 185 meter, menjadi 165 meter. Turun 20 meter," ujar Sugiono.

Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Sumber Daya Air, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian PUPR, Arvi Argyantoro mengatakan, kementerian tengah membangun 46 bendungan sejak akhir 2020 lalu. 

Semuanya merupakan rencana proyek strategis nasional dengan total anggaran Rp 577 triliun. Sementara Rp 397 triliun di antaranya diambil dari APBN 2021-2024.

"Bendungan air berskal besar bisa untuk pengendalian banjir, suplay air baku, hingga pembangkit listrik dan destinasi wisata. Termasuk bendung bodri di Kendal yang kita harapkan awal 2022 tahapan lelang. Dengan kajian pra studi yang komprehensif, diharapkan dapat menjadi daya tarik para investor," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved