Breaking News:

Berita Jateng

Dihajar Covid-19, Ganjar Akui Jateng Kini Krisis Tenaga Medis

Selain beberapa rumah sakit yang penuh akibat peningkatan penderita Covid-19 di Jateng, kini provinsi di tengah pulau Jawa itu juga krisis nakes.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Petugas Puskesmas Pandanaran Kota Semarang sedang menyuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac kepada sejumlah tenaga medis Kota Semarang di Gedung D.K.K lantai 10, Jumat (15/01/21). Penyuntikan vaksin Covid-19 tersebut menandai dimulainya program vaksinasi di Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selain beberapa rumah sakit yang penuh akibat peningkatan penderita Covid-19 di Jateng, kini provinsi di tengah pulau Jawa itu juga krisis tenaga kesehatan.

Hal itu diungkap oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam webinar virtual bertajuk “Kebijakan Pemerintah Daerah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi COVID-19” pada Kamis (17/6/2021).

Menurut dia, krisis tersebut terjadi akibat lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi di berbagai wilayah, termasuk provinsi yang ia pimpin.

“Ada krisis tenaga kesehatan dan medis."

Baca juga: Ditolak Puskesmas, Pasien Covid-19 Bergejala Sesak Napas Cari RS Rujukan Sendiri Kendarai Motor

Baca juga: Prediksi dan Susunan Pemain Brasil Vs Peru, Laga Ulangan Final Copa America 2019

Baca juga: Keren, Desa Traju di Kabupaten Tegal Sejak Awal Covid-19 Selalu Zona Hijau, Berikut Rahasianya

Baca juga: Drakor Racket Boys Dianggap Lecehkan Indonesia pada Dialog saat Pertandingan Bulutangkis

"Hari ini Jawa Tengah mengalami itu,” kata Ganjar 

Menurut Ganjar, lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Tengah saat ini sudah melebihi lonjakan yang pernah terjadi di kurva pertama tahun 2020.

Ganjar berpandangan, lonjakan kasus Covid-19 saat ini hampir mirip dengan kejadian gelombang kedua di beberapa negara.

Namun, ia belum berani menyebut lonjakan kasus ini sebagai gelombang kedua Covid-19.

“Jadi nampaknya yang gelombang kedua ini sudah tinggi sekali, tapi saya belum berani mengatakan apakah berdasarkan teori epidemiologis ini masuk dalam second wave,” ujar dia.

“Kan the first wave-nya kita belum turun sampe empat term tapi sudah naik lagi,” imbuh Ganjar.

Oleh karena adanya krisis tenaga kesehatan di Jawa Tengah, Ganjar pun melakukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, hingga sejumlah universitas di Jawa Tengah yang memiliki fakultas kedokteran.

Baca juga: Wali Kota Semarang Resmikan SMPN 38 Semarang Jadi Sekolah Duta Wisata

Baca juga: Gadis 14 Tahun Asal Gunungkidul Pacarannya Sudah Buka-bukaan, Putus Video Bugil Tersebar

Baca juga: Gadis Sragen Loncat ke Bengawan Solo, Ini Barang yang Ditinggalkan di Jalan dan Keterangan Polisi

Politisi PDI-Perjuangan ini mengajak mahasiswa hingga dokter yang belajar dan mengajar di universitas turut membantu penanganan lonjakan pasien Covid-19 di Jawa Tengah.

“Termasuk di sekolah perawat. Sekarang banyak yang semester akhir, kita minta untuk bisa masuk,” ujar Ganjar.

“Saya lagi memproses perwakilan kampus agar yang mengerjakan thesis atau mengerjakan skripsi bisa digantikan dengan penanganan langsung di masyarakat,” kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ganjar Sebut Jawa Tengah Krisis Tenaga Kesehatan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved