Breaking News:

Berita Sragen

Imbas Klaster Kudus di Sragen, Seluruh Desa Brojol akan Disemprot Disinfektan, 250 Lansia Divaksin

Desa Brojol, Kecamatan Miri, Sragen akan disemprot disinfektan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 lansia dan pra lansia di Gedung UPTPK kompleks kantor Pemkab Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen akan disemprot disinfektan oleh tim Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten.

Hal ini merupakan imbas dari sebanyak 14 warga masyarakat Desa Brojol terkonfirmasi Covid-19 setelah mengiring pengantin ke Kudus (7/6/2021) lalu.

Usai dari Kudus, salah satu warga jatuh sakit dan langsung meninggal dunia. Seluruh warga yang kontak erat di swab test dan 14 orang dinyatakan positif, termasuk Kepala Desa Brojol.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto mengatakan klaster tersebut bermula ketika salah seorang sakit dan langsung meninggal dunia.

"Awalnya satu orang mengeluh sakit, belum sempat dibawa ke RS dan langsung meninggal dunia ternyata waktu swab positif Covid-19," kata Hargi sapaan akrabnya.

Setelah hasil positif Covid-19 akhirnya dilakukan tracing siapa saja yang kontak erat dengan pasien meninggal dunia tersebut.

Hingga saat ini, dari hasil tracing di Desa Brojol ada 14 orang positif Covid-19 termasuk Kades Brojol. Hargi mengaku juga telah melakukan tracing kepada perangkat desa.

Tidak hanya di Desa Brojol, hasil tracing menunjukkan satu keluarga di Desa Sunggingan, Miri juga terpapar Covid-19. Dari lima yang di swab, empat positif.

"Di Sunggingan ini sekeluarga mengeluhkan flu, batuk. Dari lima orang positif empat orang dan meninggal dunia di RS satu orang semalam, tiga sisanya di Technopark," jelas Hargi.

Saat ini secara keseluruhan, Hargi mengatakan ada sebanyak 45 orang masih menunggu hasil pemeriksaan swab PCR hasil tracing klaster Kudus ini.

Mengantisipasi virus tersebut ialah varian baru Delta seperti di India. Pemkab Sragen melakukan test Genome Squensis, setidaknya ada empat spesimen yang dikirim ke laboratorium Jogyakarta.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Selain itu antisipasi lainnya, satgas Covid-19 akan melakukan penyemprotan disinfektan di Desa Brojol.

"Selama mita masih menunggu hasil swab yang akan dikirim tidak mungkin kita diam saja. Kita lakukan penyemprotan disinfektan besok seluruh di Desa Brojol dan 250 lansia kita vaksin," tambah Yuni.

Yuni mengaku akan mengoptimalkan vaksinasi kepada lansia di Desa Brojol, pasalnya dari kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di Sragen kebanyakan ialah orang tua.

"Kita semprot satu desa ya karena ada kasus dari Kudus itu, harus antisipatif. Jika memang betul-betul itu varian terbaru Delta itu kita sudah melakukan sesuatu, kalau ternyata tidak ya alhamdulillah kita sudah antisipatif," katanya. (*))

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved