Breaking News:

Infeksi Terus Meningkat, Indonesia di Posisi 8 Negara dengan Kasus Covid-19 Mingguan Tertinggi Dunia

jumlah kasus di Indonesia dalam sepekan lalu mencapai 55.320 infeksi. Angka itu melonjak 37 persen dari pekan sebelumnya sebanyak 40.280 infeksi.

Penulis: arief novianto | Editor: Vito
https://pixabay.com/Alexey_Hulsov
Ilustrasi virus corona di dunia 

JENEWA, TRIBUN - Meski jumlah kasus virus corona global sudah dalam tren penurunan, riset Pembaruan Epidemiologis Mingguan tentang covid-19 yang diterbitkan organisasi kesehatan dunia (WHO) pada Selasa (15/6), menyebut, banyak negara yang terus berjuang dengan penyebaran varian baru virus corona.

Indonesia menjadi satu di antara negara yang melaporkan tren peningkatan kasus virus corona. Mengacu data WHO, jumlah kasus di Indonesia dalam sepekan lalu mencapai 55.320 infeksi. Angka itu melonjak 37 persen dari pekan sebelumnya sebanyak 40.280 infeksi.

Angka itu sekaligus membawa Indonesia masuk posisi 8 besar negara dengan kasus tertinggi di minggu kedua Juni 2021.

Pada pekan lalu, India masih berada di posisi pertama dengan kasus terbesar mencapai 630.650 infeksi, disusul Brazil di posisi kedua sebanyak 454.710 infeksi, dan Argentina di posisi ketiga dengan 177.643 infeksi.

Posisi keempat ditempati Kolumbia dengan sebanyak 176.661 infeksi, disusul Amerika Serikat dengan 105.019 infeksi, Rusia di posisi keenam dengan 82.250 infeksi, dan Iran di posisi ketujuh sebanyak 59.771 infeksi.

Sepanjang pekan ini, Indonesia juga masih terus mencatatkan lonjakan kasus, di mana tercatat pada Kamis (17/6) sebanyak 12.624 infeksi, tertinggi sejak 22 Februari 2021.

Sebelumnya, jumlah kasus pada Rabu (16/6) tercatat sebanyak 9.994 infeksi, pada Selasa (15/6) sebanyak 8.161 infeksi, dan pada Senin (14/6) sebanyak 8.189 infeksi.

Lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di Indonesia disebut akibat penyebaran virus corona varian Delta asal India yang lebih menular, dan sekarang telah terdeteksi di 74 negara, sekaligus berada di belakang gelombang kedua covid-19 yang menghancurkan India.

Pihak berwenang Rusia juga tengah menyelidiki kemungkinan varian baru covid-19 bersamaan dengan lonjakan kasus yang tiba-tiba negara itu.

The Telegraph memberitakan, pada Rabu (16/6), Rusia melaporkan 13.397 kasus baru, di mana sekitar setengahnya berada di ibu kota, Moskow. Rusia juga mencatatkan 396 kematian.

Varian Delta juga disebut menjadi sumber lonjakan kasus yang telah diidentifikasi di Rusia. Akan tetapi, ada juga kekhawatiran munculnya varian baru Moskow, sebagai mutasi baru dari varian Delta, yang mungkin berada di balik lonjakan kasus tersebut.

Adapun, penyebaran cepat varian virus corona baru Delta telah mendorong peningkatan 50 persen infeksi di Inggris sejak Mei. Hal itu ditunjukkan lewat hasil studi prevalensi besar yang dipimpin oleh Imperial College London pada Kamis (17/6).

Pemerintah Inggris mengatakan, data tersebut mendukung keputusan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda berakhirnya pembatasan covid-19 di Inggris hingga 19 Juli, dengan alasan ancaman varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India. Alasan lain adalah kebutuhan untuk memvaksinasi lebih banyak orang.

Melansir Reuters, putaran terakhir dari survei prevalensi REACT-1, yang dilakukan antara 20 Mei dan 7 Juni, menemukan prevalensi adalah 0,15 persen dibandingkan dengan 0,10 persen pada kumpulan data terakhir dari akhir April hingga awal Mei.

"Prevalensi meningkat secara eksponensial, didorong oleh usia yang lebih muda, dan tampaknya meningkat dua kali lipat setiap 11 hari. Jelas, itu adalah berita buruk," kata Steven Riley, profesor penyakit menular di Imperial College London. (Tribun Jateng/vto/Kontan.co.id)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved