Breaking News:

Berita Purbalingga

Miliki Tembakau Gorila Seberat 11,13 gram, Dua Warga Purbalingga Diamankan Polisi

RAR (21) dan MI (25) diamankan Satresnarkoba Polres Purbalingga atas kasus penyalahgunaan narkotika. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
Istimewa
Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam dan Kasubbag Humas Iptu Muslimun, saat konferensi pers kasus penyalahgunaan narkotika, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - RAR (21) dan MI (25) diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba)  Polres Purbaling

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam dan Kasubbag Humas Iptu Muslimun, saat konferensi pers kasus penyalahgunaan narkotika, Kamis (17/6/2021).
Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam dan Kasubbag Humas Iptu Muslimun, saat konferensi pers kasus penyalahgunaan narkotika, Kamis (17/6/2021). (Istimewa)

ga atas kasus penyalahgunaan narkotika. 

Keduanya ditangkap atas kepemilikan tembakau sintetis. Tersangka RAR (21) adalah pegawai swasta warga Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga. 

Sementara MI (25) adalah warga Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang namun berdomisili di Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga.

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono mengatakan keduanya diamankan di wilayah Desa Larangan, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten PurbaIingga.

"Dua tersangka diamankan karena didapati memiliki narkotika jenis tembakau sintetis atau tembakau gorila," ujar Kabag Ops, Kompol Pujiono kepada Tribunbanyumas.com, dalam keterangan persnya, Kamis (17/6/2021).

Pengungkapan kasus bermula saat adanya informasi masyarakat terkait pemuda yang dicurigai menjual narkoba di wilayah Kecamatan Pengadegan. 

Setelah dilakukan observasi dan penyelidikan didapati identitas pemuda tersebut dan kemudian dilakukan penangkapan, pada Kamis (10/6/2021) sore.

"Dari dua tersangka diamankan barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis seberat 11,13 gram," katanya. 

Berdasarkan keterangan tersangka, tembakau gorila tersebut diperoleh dengan cara membeli secara online dari orang yang tidak dikenal.  Kemudian setelah melakukan pembayaran barang dikirim melalui jasa pengiriman. 

"Setelah sampai rencananya tembakau sintetis akan dikonsumsi sendiri dan dijual kembali kepada orang lain," jelasnya. 

Kedua tersangka akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu penjara seumur hidup atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp. 800 juta dan paling banyak Rp. 8 miliar. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved