Breaking News:

Muncul Lagi Virus Corona Varian Moscow dari Mutasi Delta

ada kekhawatiran munculnya varian baru Moskow, sebagai mutasi baru dari varian Delta, yang mungkin berada di balik lonjakan kasus covid-19 di Rusia

Editor: Vito
Tribun Bali
Ilustrasi Virus Corona 

JENEWA, TRIBUN - Meski jumlah kasus virus corona global sudah dalam tren penurunan, riset Pembaruan Epidemiologis Mingguan tentang covid-19 yang diterbitkan organisasi kesehatan dunia (WHO) pada Selasa (15/6), menyebut, banyak negara yang terus berjuang dengan penyebaran varian baru virus corona.

Indonesia menjadi satu di antara negara yang melaporkan tren peningkatan kasus virus corona. Mengacu data WHO, jumlah kasus di Indonesia dalam sepekan lalu mencapai 55.320 infeksi. Angka itu melonjak 37 persen dari pekan sebelumnya sebanyak 40.280 infeksi.

Angka itu sekaligus membawa Indonesia masuk posisi 8 besar negara dengan kasus tertinggi di minggu kedua Juni 2021. Pada pekan lalu, India masih berada di posisi pertama dengan kasus terbesar mencapai 630.650 infeksi, disusul Brazil di posisi kedua sebanyak 454.710 infeksi, dan Argentina di posisi ketiga dengan 177.643 infeksi.

Posisi keempat ditempati Kolumbia dengan sebanyak 176.661 infeksi, disusul Amerika Serikat dengan 105.019 infeksi, Rusia di posisi keenam dengan 82.250 infeksi, dan Iran di posisi ketujuh sebanyak 59.771 infeksi.

Lonjakan kasus covid-19 yang terjadi di Indonesia disebut akibat penyebaran virus corona varian Delta asal India yang lebih menular, dan sekarang telah terdeteksi di 74 negara, sekaligus berada di belakang gelombang kedua covid-19 yang menghancurkan India.

Pihak berwenang Rusia juga tengah menyelidiki kemungkinan varian baru covid-19 bersamaan dengan lonjakan kasus yang tiba-tiba negara itu.

The Telegraph memberitakan, pada Rabu (16/6), Rusia melaporkan 13.397 kasus baru, di mana sekitar setengahnya berada di ibu kota, Moskow. Rusia juga mencatatkan 396 kematian.

Varian Delta juga disebut menjadi sumber lonjakan kasus yang telah diidentifikasi di Rusia. Akan tetapi, ada juga kekhawatiran munculnya varian baru Moskow, sebagai mutasi baru dari varian Delta, yang mungkin berada di balik lonjakan kasus tersebut.

Denis Logunov, wakil direktur Institut Gamaleya, yang mengembangkan vaksin Sputnik V Rusia, mengatakan kepada kantor berita milik negara Rusia TASS, bahwa ibu kota negara itu kemungkinan memiliki varian Moskow sendiri.

Ia menyatakan, para ilmuwan di institut itu sedang memantau sejumlah kasus. Pihak berwenang tidak merilis informasi tentang jenis baru apa pun, dan itu tidak termasuk dalam daftar varian yang mendapat perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved