Berita Video
Video Taman Parang Kusumo Tlogosari Semarang Ditutup Sementara
ktivitas di Taman Parang Kusumo, RW II Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, ditutup sementara
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Taman Parang Kusumo Tlogosari Semarang ditutup sementara.
Aktivitas di Taman Parang Kusumo, RW II Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, ditutup sementara.
Penutupan sementara dilakukan mulai 17 Juni pukul 06.00 hingga 30 Juni pukul 22.00 mendatang. Penutupan tersebut guna mencegah kerumunan lantaran beberapa warga sekitar taman serta beberapa PKL terpapar Covid-19.
Penutupan aktivitas juga berlaku bagi para PKL yang biasanya berjualan di sekitar taman.
Pantauan di lapangan, Kamis (17/6/2021) pagi, Taman Parang Kusumo terlihat lengang. Tak ada satu pun PKL di sekitar taman.
Ketua Pengelola Taman Parang Kusumo, Sugito mengatakan, lingkungan RW II masuk zona merah perkembangan Covid-19. Warga dan pengurus RT bersepakat untuk mengambil langkah penutupan sementara agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.
Di samping itu, penutupan ini juga sesuai dengan aturan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) Pemerintah Kota Semarang.
"Data real berapa yang terpapar saya tidak punya. Tapi, saya mengikuti perkembangan dari Satgas Covid-19 lebih dari 20 orang yang terpapar di dua RW. Itu tiga hari yang lalu. PKL juga ada, tapi kebetulan saya tidak mengikuti perkembangannya bagaimana," papar Sugito.
Dia menyebutkan, ada sekitar 50 PKL yang biasa berjualan di area Taman Parang Kusumo. Sebagian besar PKL berasal dari berbagai wilayah. Hanya ada beberapa PKL saja yang merupakan warga setempat.
Pengunjungnya pun dari berbagai wilayah. Oleh karena itu, penutupan sementara perlu dilakukan guna mencegah penyebaran yang lebih luas.
Tak hanya penutupan aktivitas di area taman, warga juga menutup akses gang masuk guna membatasi pergerakan orang dari luar wilayah yang masuk ke lingkungannya.
"Kami tidak tutup total, tapi untuk membatasi orang luar masuk," ucapnya.
Penyemprotan disinfektan di fasilitas umum termasuk taman, lanjut Sugito, dilakukan secara berkala. Paguyuban warga sudah memiliki alat tersendiri sekaligus ada relawan yang bersedia melakukan penyemprotan. Hal itu sudah berjalan sejak adanya pandemi Covid-19.
Dia berharap warga maupun PKL dapat memaklumi kondisi saat ini. Jika kasus Covid-19 sudah melandai aktivitas taman akan kembali dibuka.
"Surat pemberitahuannnya memang ditutup sampai tanggal 30 Juni. Kalau sebelum itu sudah kondusif ya bisa dibuka lagi. Sebaliknya, kalau masih belum kondusif tetap kami tutup. Kami harap tidak sampai tanggal 30 sudah kondusif. Sebenarnya, kami tidak tega dengan para PKL," paparnya. (eyf)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: