Breaking News:

Berita Banyumas

Cerita Fotografer Wedding di Banyumas, Hajatan Dilarang, Banting Setir Jadi Penjual Sandal Keliling

Mulai akhir bulan nanti tepatnya mulai 24 Mei 2021, Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan tegas melarang hajatan

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Fotografer di Banyumas saat sedang memotret, Jumat (18/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Mulai akhir bulan nanti tepatnya mulai 24 Mei 2021, Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan tegas melarang hajatan. 

Akibat kebijakan tersebut, ada banyak profesi yang terdampak dan salah satunya fotografer wedding.

Seperti yang dirasakan Sunarno (37) sudah lama menahan uneg-uneg dengan berbagai kebijakan yang mnurutnya memberatkan profesinya. 

Ia yang dikenal sebagai Nanou Ceper mempertanyakan kebijakan tersebut

Lagi-lagi usahanya itu direnggut aturan pandemi. 

"Pas momen yang ramai, ternyata ada kebijakan larangan hajatan.  Contohnya bulan haji tahun lalu, akhir tahun, bulan haji tahun ini," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (18/6/2021). 

30 jadwal yang sudah Ia cantumkan di agenda bulan Juli besok, menjadi tidak jelas.

"Bisa dipending bisa juga dibatalkan. Ada juga yang datang, katanya karena hajatan dilarang jadi fotonya hanya akad saja," katanya. 

Ia kemudian mempertanyakan mengapa tempat wisata diizinkan buka. 

"Kalau pertimbangan Pemerintah membuka tempat wisata agar perekonomian tetap bergerak, apa bedanya dengan hajatan. Ada puluhan orang yang bekerja juga disitu. Itu untuk satu hajatan," imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved