Breaking News:

Purbalingga Perwira

Gedung Eks-SMPN 3 Purbalingga Akan Jadi Tempat Karantina Terpusat

Pemkab Purbalingga akan memperketat pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro

Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi saat ditemui Tribunjateng.com, di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, pada Kamis (3/6/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA -– Pemkab Purbalingga akan memperketat pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 di wilayah tersebut.

"Pemkab akan melakukan pengetatan PPKM mikro dan juga memperkuat sosialisasi protokol kesehatan," kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Kamis (17/6).

Tiwi menambahkan, pihaknya juga akan kembali mempersiapkan tempat karantina terpusat. "Gedung eks-SMPN 3 Purbalingga akan dipersiapkan sebagai tempat karantina terpusat, begitupun setiap kecamatan wajib menyediakan tempat karantina mandiri yang berkoordinasi dengan tiap desa," katanya.

Selain itu, kata dia, operasi yustisi juga akan digencarkan. Posko Covid-19 juga akan diaktifkan kembali. "Beberapa hal lainnya nanti akan dituangkan dalam surat edaran bupati," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya meminta masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. "Kami tidak bosan mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, pandemi masih belum usai mari kita jaga kesehatan, lindungi diri kita, keluarga kita dan orang-orang di sekitar kita," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono mengatakan bahwa Pemkab Purbalingga akan memperpanjang PPKM berbasis mikro, mulai 15-28 Juni, dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran, mengingat saat ini terjadi tren peningkatan kasus di sejumlah daerah," katanya.

Hanung menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan respons cepat dan terintegrasi sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah setempat.

"Kami akan melaksanakan PPKM berbasis mikro ini secara lebih ketat dengan koordinasi yang makin intensif bersama aparat terkait serta memperhatikan juga perkembangan epidemiologis dan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan," katanya.

Dia menambahkan, penerapan PPKM berbasis mikro diberlakukan dengan mempertimbangkan peta risiko epidemiologis Covid-19 hingga tingkat desa. (Ant/Tribun Jateng Cetak)

Baca juga: Ayo Janga Takut Laporkan Pinjol Preman? Ini Janji Kabareskrim untuk Sikat Pinjol Bodong

Baca juga: Kurs Dollar AS Hari Ini, Jumat 18 Juni di Lima Bank, Rupiah Cenderung Melemah

Baca juga: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, 56 Pengungsi Korban Longsor Cianjur Positif Covid-19

Baca juga: Kabar Duka, Fuad Alkhar alias Wan Abud Meninggal Dunia

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved