Breaking News:

Prof Spector: Orang Muda Tak Merasa Sakit Akibat Infeksi Covid Bukan Berarti Tak Menulari

Tertular virus corona varian Delta bisa terasa seperti pilek bagi orang yang lebih muda, tetapi bisa menulari dan membahayakan orang lain.

Editor: Vito
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan terkait dengan infeksi covid-19 di Inggris, kata para peneliti seperti dilaporkan BBC.

Prof Tim Spector, yang menjalankan studi Zoe Covid Symptom, mengatakan, tertular varian Delta bisa terasa seperti pilek bagi orang yang lebih muda.

"Namun, meskipun mereka mungkin tidak merasa sakit parah, mereka bisa menulari dan membahayakan orang lain. Siapa pun yang mengira mereka mungkin memiliki covid harus melakukan tes," katanya.

Gejala covid-19 klasik yang harus diwaspadai orang yaitu batuk, demam, dan kehilangan bau atau rasa, menurut Prof Spector, tidak lagi umum sekarang, berdasarkan data yang diterima tim Zoe dari ribuan orang yang mencatat gejala mereka di sebuah aplikasi.

"Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas pada pengguna aplikasi, dan daftar gejala itu tidak sama seperti sebelumnya. Perubahan itu tampaknya terkait dengan peningkatan varian Delta. Demam tetap cukup umum tetapi kehilangan penciuman tidak lagi muncul di 10 gejala teratas," tuturnya.

Prof Spector menyebut varian itu tampaknya sedikit berbeda. Orang-orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman dan masih nekat pergi ke pesta, mereka mungkin akan menyebarkan virus setidaknya ke enam orang lain.

"Kami pikir ini memicu banyak masalah. Pesan di sini adalah bahwa jika Anda masih muda, Anda akan mendapatkan gejala yang lebih ringan. Ini mungkin hanya terasa seperti pilek atau perasaan tidak enak saja, tetapi tetaplah di rumah dan lakukan tes," tukasnya.

Adapun, studi Imperial College London terhadap lebih dari satu juta orang di Inggris, ketika varian Alpha atau Inggris dominan, menemukan berbagai gejala tambahan yang terkait dengan covid-19.

Menggigil, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot bersama-sama paling kuat terkait dengan terinfeksi, selain gejala klasik.

"Ada beberapa gejala lain yang terkait dengan covid-19. Gejala-gejala lain ini mungkin memiliki penyebab lain. Jika Anda khawatir dengan gejala, carilah bantuan medis," tandas Prof Spector.

Adapun, penyebaran cepat varian virus corona baru Delta telah mendorong peningkatan 50 persen infeksi di Inggris sejak Mei. Hal itu ditunjukkan lewat hasil studi prevalensi besar yang dipimpin oleh Imperial College London pada Kamis (17/6).

Pemerintah Inggris mengatakan, data tersebut mendukung keputusan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda berakhirnya pembatasan covid-19 di Inggris hingga 19 Juli, dengan alasan ancaman varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan kebutuhan untuk memvaksinasi lebih banyak orang.

Melansir Reuters, putaran terakhir dari survei prevalensi REACT-1, yang dilakukan antara 20 Mei dan 7 Juni, menemukan prevalensi adalah 0,15 persen dibandingkan dengan 0,10 persen pada kumpulan data terakhir dari akhir April hingga awal Mei.

"Prevalensi meningkat secara eksponensial, didorong oleh usia yang lebih muda, dan tampaknya meningkat dua kali lipat setiap 11 hari. Jelas, itu adalah berita buruk," kata Steven Riley, profesor penyakit menular di Imperial College London. (Tribunnews/Kontan.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved