Breaking News:

Respon Ganjar Pranowo Jawa Tengah Kekurangan Tenaga Medis Covid

Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Tengah makin menipis, terutama untuk perawatan pasien Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah tenaga kesehatan di Provinsi Jawa Tengah makin menipis, terutama untuk perawatan pasien Covid-19.

Hal itu seiring dengan jumlah lonjakan kasus covid di beberapa daerah hingga berubah menjadi zona merah.

"Kami masih kesulitan mendapatkan SDM atau tenaga kesehatan. Dapat dokter tidak cukup mudah, masih kurang," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat webinar, Jumat (18/6/2021).

Ia juga bercerita ada orang dari luar Jawa yang mengatakan siap membantu mengirimkan dokter ke Jateng.

Namun demikian, Ganjar tidak menyebut siapa orang tersebut apakah kepala daerah atau pihak lain.

"Saya terharu ketika ada yang menawarkan bantuan mengirimkan dokter. Ini yang dinamakan sebagai warga bangsa. Sangat Pancasila, tindakan konkret langsung bertindak," ujarnya.

Ia juga memiliki usulan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang memiliki fakultas kedokteran.

Kerja sama yang dimaksud yakni menerjunkan dokter internship (dokter yang baru lulus pendidikan) untuk penanganan pasien covid.

"Apakah dokter internship boleh ditarik? Insentif tetap ada, diberikan. Tentu dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan kampus bisa memberikan," jelasnya.

Komitmen menambah kapasitas tempat tidur ICU dan rumah sakit saja tidak akan cukup tanpa ada SDM. (mam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved