Breaking News:

Berita Kudus

Soal Pembatasan Ibadah di Kudus, Hartopo: Tindak Lanjut SE Kemenag

Kata Hatopo, terkait pembatasan ibadah dari NU dan Muhammadiyah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, perihal pembatasan ibadah yang berlangsung di Kudus adalah tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) dari Kementerian Agama (Kemenag).

“Pembatasan ibadah, ini sebetulnya dari SE Kemenag kami sebetulnya menindaklanjuti. Harapan kami tidak menjadi polemik,” kata Hartopo, Jumat (18/6/2021).

Bagaimanapun, kata Hartopo, perihal kebijakan pembatasan tersebut merupakan tantangan untuk menjalani hidup di era new normal bagi Kudus yang kasus positifnya masih tinggi.

“Ini memang tantangan kita bagaimana supaya untuk menjalani kehidupan di era baru ini. Kami mengikuti saja. Yang penting ini instruksi Kemenag saja dijalankan. Berharap terbaik, bisa menurunkan angka Covid-19,” kata dia.

Kata Hatopo, terkait pembatasan ibadah dari NU dan Muhammadiyah pun akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebelumnya, Kemenag mengeluarkan SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

SE yang telah dikeluarkan merupakan panduan upaya pencegahan, pengendalian dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di rumah ibadah. Misalnya meniadakan kegiatan keagamaan di suatu wilayah sampai dinyatakan aman dari Covid-19.

Diketahui, Masjid Agung Kudus tidak menyelenggarakan salat Jumat pada 18 Juni 2021. Alasan yang mendasarinya karena Kudus statusnya zona merah. Sedangkan untuk pekan depan, pengurus belum memutuskan apakah salat Jumat tetap ditiadakan, sebab akan dilihat perkembangan kasus Covid-19 di Kudus. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved