Breaking News:

Berita Nasional

Busyro Muqoddas: Jika Presiden Batalkan Hasil TWK KPK, maka Kita Punya Harapan pada Negara Ini

Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) memiliki harapan terakhir pada Presiden Jokowi.

Editor: M Syofri Kurniawan

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebanyak 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lolos asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) memiliki harapan terakhir pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum, Busyro Muqoddas.

Busyro Muqoddas kembali mengingatkan, Presiden Jokowi pernah berkata bahwa hasil asesmen TWK tidak serta-merta menjadi dasar pemecatan 75 pegawai tersebut.

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Ngamuk di Indonesia, 2 Vaksin Ini Dilaporkan Ampuh Mengatasinya

Baca juga: Ivermectin, Obat yang Dipercaya Mampu Kalahkan Covid-19 akan Dibagikan di Kudus

Baca juga: 6 Provinsi yang Teridentifikasi Penularan Varian Delta, Jawa Tengah Jumlah Kasus Tertinggi

Baca juga: Awalnya Dilarang Teddy untuk Dibuka, Rizky Febian Kaget Melihat Isi Gentong Peninggalan Lina

“Kita berharap sampai pada akhir bulan November atau September ini, jika Presiden membatalkan hasil TWK itu, maka kita punya harapan pada negara ini,” kata Busyro dalam diskusi pada Sabtu (19/6/2021) yang digelar oleh Ilmu Pemerintahan Fisipol UMY secara daring.

Jika Jokowi tidak berbuat sesuatu, maka dikatakan Busyro, pembiaran yang dilakukan oleh orang nomor satu RI tersebut akan menyebabkan masyarakat hilang kepercayaan, baik dalam hal penanganan polemik KPK ini maupun harapan secara umum.

“Jika Presiden sampai saat itu tidak segera membatalkan TWK dan memulihkan 75 pegawai itu sebagaimana status awalnya, maka itulah saat yang terang benderang, kita tak bisa berharap lagi pada presiden Ir Joko Widodo,” ucapnya.

Lebih jauh, Busyro berujar bahwa di tengah-tengah pelumpuhan KPK, tentunya penguatan kembali harus terus diusahakan.

Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak sepenuhnya berharap pada birokrasi negara dalam upaya tersebut.

Hal ini disebabkan oleh komisioner KPK yang jelas-jelas membangkang amanat Presiden Jokowi mengenai TWK.

“Penguatan KPK ini jangan berharap semata-mata pada birokrasi negara, tapi berharaplah justru pada elemen masyarakat sipil seperti sekarang ini.

Kenapa? Karena pimpinan KPK yang berlima itu terang-terangan melawan keputusan MK yang ekuivalen dengan keputusan Undang-undang,” katanya.

“Kemudian, yang kedua, membangkang terhadap amanat presiden, tetapi pembangkangan itu tidak ditegur oleh presiden,” imbuh Busyro. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Busyro Muqoddas Sebut Jokowi Harapan Terakhir 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Baca juga: Kasus Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga di Semarang: Linggis & Celurit Dipakai untuk Paksa Istri

Baca juga: Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito Umumkan Dirinya Terpapar Virus Corona

Baca juga: Les Bleus Mainkan Skuat Andalan demi Tiket 16 Besar Euro 2020, Susunan Pemain Hungaria Vs Prancis

Baca juga: Serap Hasil Panen Petani Lokal Karanganyar, Edy Blangkon Sukses Kembangkan Usaha Singkong Jarak Towo

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved