Breaking News:

Berita Semarang

Kasus Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga di Semarang: Linggis & Celurit Dipakai untuk Paksa Istri

Kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga masih cukup tinggi terjadi di Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
IST
Ilustrasi KDRT 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga masih cukup tinggi terjadi di Kota Semarang. 

Fenomena itu bahkan disebut masih menjadi fenomena gunung es lantaran banyak korban yang tak berani membawa kasus itu ke jalur hukum. 

"Banyak korban yang enggan speak up karena berbagai faktor seperti takut, malu, dan lainnya," papar Staf Muda Divisi Bantuan Hukum LRC-KJHAM Semarang, Nia Lishayati saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Ivermectin, Obat yang Dipercaya Mampu Kalahkan Covid-19 akan Dibagikan di Kudus

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Ngamuk di Indonesia, 2 Vaksin Ini Dilaporkan Ampuh Mengatasinya

Baca juga: Awalnya Dilarang Teddy untuk Dibuka, Rizky Febian Kaget Melihat Isi Gentong Peninggalan Lina

Baca juga: 6 Provinsi yang Teridentifikasi Penularan Varian Delta, Jawa Tengah Jumlah Kasus Tertinggi

Pihaknya selama dua tahun terakhir menangani puluhan KDRT yang didalamnya ada kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga

Rincian, tahun 2020 menangani 29 kasus. 

Dari jumlah kasus tersebut hanya satu kasus yang sudah sampai PTUN. 

Satu kasus masuk ke Polrestabes Semarang, hanya saja di tengah perjalanan kasus itu korban memilih mencabut pelaporannya. 

Berikutnya, sepanjang tahun 2021 menangani tujuh kasus, dari kasus itu dua ke jalur hukum dan satu kasus dilaporkan korban ke instansi pelaku. 

"Puluhan kasus lainnya para korban memilih tak melaporkan ke pihak kepolisian," terangnya. 

Dari deretan kasus itu, ada dua kasus yang paling menyita pihaknya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved