Breaking News:

Smart Women

Bangga saat Murid Tembus The Voice Kids, Arum Senang Muridnya Miliki Prestasi Lebih Tinggi

Selain sebagai guru vocal, Arum Okavianty juga aktif menyanyi di kafe dan sejumlah acara pernikahan. Ia sennag bila muridnya berprestasi.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
Arum Oktavianty 

"Aku agak lupa dia (Amanda—Red) sampai berapa besar. Dia pokoknya sudah masuk live round gitu. Terus kalau tidak salah dia tereliminasi yang kedua. Prinsipnya murid memang harus lebih hebat dari gurunya. Yang terpenting, teruslah menyanyi. Jangan sampai kompetisi-kompetisi semacam ini membuat kita jadi patah arang dan berhenti bernyanyi karena kalah atau tidak menang. Jika musik adalah segalanya, kita tidak mungkin berhenti karena hal sekecil itu," paparnya.

Lebih Ketat Batasi Diri

Pengalaman buruk sekira lima tahun lalu tentu membuat Arum Oktavianty lebih menahan diri.

Maka tak heran, kini Arum mengurangi kerjaan sampingannya di luar sebagai guru vokal. Jadwal reguler tampil di kafe pun ia ambil hanya seminggu sekali.

Dari pengalaman itu juga, perempuan kelahiran Oktober 1992 ini jadi sangat menjaga asupan makanannya.

Kemudian, hal paling penting lainnya agar suaranya tetap terjaga adalah perbanyak minum air putih.

"Minum air putih dibanyakin sekarang. Kalau bisa, airnya juga jangan dingin atau panas. Lebih baik netral gitu atau hangat. Untuk makan, porsi pedas ataupun berminyaknya harus dikurangi. Sekarang banyak-banyakin makan sayur saja sama jaga diri. Harus sadar batasan," jelas Arum.

Selain demikian, lanjut Arum, pemanasan sebelum menyanyi pun tak kalah pentingnya agar pita suaranya tetap terawat.

Pemanasan yang dilakukan Arum bermacam-macam.

Baca juga: Lewat Teatrikal Virtual, Seniman Batang Edukasi Bahaya Covid-19 Lewat Cerita Panjang Pagebluk

Baca juga: 100 Difabel Pekalongan Vaksinasi Corona Tahap Pertama

Dimulai dari latihan pernafasan, artikulasi, sampai intonasi.

Semua itu biasa ia lakukan juga kepada para muridnya sebelum belajar.

"Itu dilakukan sebelum nyanyi biar bisa fleksibel. Saya ada banyak rencana, mulai dari membuat akun Youtube sendiri sampai membuat single. Rencana itu tidak akan ada artinya apabila saya tidak menjaga diri. Pengalaman kemarin sudah cukup sekali saja. Jangan sampai terulang," katanya. 

Terapi Puasa Bicara selama Enam Bulan

Ada pengalaman buruk yang sempat melanda Arum Oktavianty dalam perjalanan bermusiknya.

Pengalaman buruk itu bahkan sampai membuat perempuan kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, ini frustasi dan stres.

Seingat Arum, dia pernah tidak bisa bernyanyi hampir setahun lamanya.

Arum mengalami itu pada tahun 2016 lalu.

Suaranya hilang.

Rasa jengkel, marah, kesal, putus asa, dan stress seakan campur aduk.

Ia benar-benar takut karier dan kegemarannya kandas kala itu.

Padahal pada tahun tersebut, kebetulan Arum lagi banyak-banyaknya panggilan untuk mengisi acara hiburan di pesta pernikahan.

"Sebenarnya saat itu saya harus dioperasi. Tapi saya memilih tidak (dioperasi—Red) karena takut bakal berdampak buruk pada suara. Di bagian pita suara, ada namanya nodul. Nodul itu benjolan di pita suara. Nah, bagian itu mengalami overuse. Kebanyakan teriak-teriak, suara kasar, dan ketawa kencang. Itulah yang membuat suara saya hilang dalam waktu yang cukup lama," ucap penikmat bakso ini.

Alhasil, ia menyembuhkan dirinya secara mandiri.

Baca juga: Kronologi Drakor Racket Boys Episode 5 Dianggap Lecehkan Indonesia hingga Permintaan Maaf SBS

Baca juga: Pekalongan Tambah Relawan Pemakaman Pasien Corona

Arum saat itu menjalankan terapi puasa bicara.

Puasa ini amat berat dan menyiksa Arum. Dia melalui terapi itu kurang lebih selama enam bulan.

Selama itu, ia tiap kali berbicara harus dengan nada atau suara yang sangat pelan.

Tak sampai di situ, Arum pun harus mengurangi ketawa. Apa pun suara yang keluar dari mulut Arum harus pelan.

Proses terapi inilah yang sangat menyiksa Arum.

Selain itu, ia juga tak boleh makan sembarangan. Makanan benar-benar harus dijaga, jauh dari makanan-minuman dingin, berminyak, dan pedas.

"Pemicu awalnya itu karena radang tenggorokan dulu. Itu akibat salah makan. Banyak makan terlalu pedas. Lalu, kondisi itu kian diperparah dengan banyaknya jadwal. Akhirnya terforsir. Penggunaan pita suaranya terlalu over. Terforsir karena dulu ngajar di dua tempat sekaligus. Di sekolah musik dan TK. Ngajarin puluhan anak-anak itu capek sekali. Belum lagi selain itu saya banyak panggilan job juga. Ini pelajaran penting buat saya ke depannya," kata Arum. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved