Kasus Covid-19 Terus Melonjak, IAKMI: Butuh Kebijakan Radikal

Pemerintah didorong menerapkan kebijakan yang radikal untuk dapat keluar dari lonjakan pandemi covid-19 saat ini, antara lain lockdown.

Editor: Vito
Istimewa
Ilustrasi penanganan pasien covid-19 di salah satu rumah sakit di Kabupaten Tegal. 

Ia berpendapat, jika kebijakan pemerintah seperti ini terus, Indonesia tidak akan pernah selesai mengatasi pandemi. "Rasa-rasanya kalau negara kita begini-begini saja, kita tidak akan pernah keluar dari pandemi covid-19," tandasnya.

Hermawan mengungkapkan, pendekatan surveilans yang dilakukan pemerintah yaitu tracing, testing, treatment (3T) juga masih lemah.

Menurut dia, setelah 15 bulan pandemi, kemampuan pelacakan dan pengetesan covid-19 di Indonesia cenderung rendah.

Hal itu dibarengi dengan rendahnya jumlah laboratorium yang bisa melaporkan hasil tes PCR secara rutin tiap hari.

"Ini menunjukkan gap antara kabupaten/kota di Indonesia begitu dalam dan tinggi, yang menyebabkan fenomena gunung es Covid-19," katanya.

Berikutnya, program vaksinasi covid-19 yang dinilai Hermawan terlalu ambisius dan mengada-ada. Hermawan berpendapat, tidak mungkin vaksinasi covid-19 di Indonesia bisa rampung dalam waktu belasan bulan seperti yang ditargetkan pemerintah.

Ia berujar, laju vaksinasi di Indonesia masih lambat. Satu alasannya karena Indonesia bukan negara produsen vaksin covid-19.

"Bukti terpampang, betapa rate vaksinasi kita di bulan Juni ini ditargetkan kira-kira 1 juta/hari, tapi jauh sekali, sekarang ini kita masih 100-200 ribu per hari. Vaksin bukan solusi jangka pendek. Kita berharap vaksin jadi public health initiative, tapi tentu bukan solusi saat ini," tuturnya. (Kompas.com/Deti Mega Purnamasari/Tsarina Maharani/cnn)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved