Breaking News:

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Jateng Mulai Kekurangan Oksigen

Data Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan, pada Minggu (20/6), terdapat penambahan 13.737 kasus baru, sehingga total infeksi mencapai 1,98 juta.

Editor: Vito
Istimewa
ilustrasi - Antrean pasien Covid-19 di IGD RSUD RA Kartini, Jepara, Selasa (15/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus terkonfimasi positif covid-19 di Indonesia terus melonjak dengan penambahan infeksi harian melewati angka 10.000 kasus dalam beberapa waktu terakhir, setelah sepat melandai selama 4 bulan.

Data Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan, pada Minggu (20/6), terdapat penambahan 13.737 kasus baru, sehingga menyebabkan jumlah total infeksi di Tanah Air kini mencapai 1,98 juta orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Selain itu juga terjadi penambahan kasus kematian akibat covid-19. Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan ada penambahan 371 kasus kematian, sehingga total pasien covid-19 meninggal dunia mencapai 54.662 orang.

Terus melonjaknya kasus covid-19 menyebabkan kondisi layanan kesehatan pun semakin mengkhawatirkan.

Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Lia Gardenia Partakusuma menerima laporan kekurangan tabung oksigen untuk pasien positif covid-19 di Jateng.

"Saat ini kami mendapat laporan kekurangan tabung oksigen ini di Jateng. Mengenai oksigen ini (pernah-Red) terjadi pada Desember-Januari di NTT, saat oksigen tidak ada," katanya, dalam konferensi pers virtual, Minggu (20/6).

Stok oksigen menipis sejalan dengan peningkatan pasien covid-19 yang dirawat di Jateng. Berdasarkan data Persi, keterpakaian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di Jateng mencapai 79 persen pada Sabtu (19/6).

Jika dirinci, BOR isolasi covid-19 di Jateng mencapai 81 persen, sementara BOR ICU tercatat 67 persen. "Untuk bor ICU memang sudah ada penurunan, tapi kita tetap harus hati-hati, karena masih menunjukan kecenderungan meningkat," ujar Lia.

Ia meminta rumah sakit (RS) hingga dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota hingga provinsi mengatur distribusi tabung oksigen agar tak terjadi kekurangan di daerah lain.

Selain itu, Lia mendorong distributor penyedia oksigen juga harus segera mengirim stok ke RS di setiap daerah untuk mengantisipasi kekurangan akibat lonjakan kasus covid-19. Beberapa daerah juga didorong memproduksi oksigen sendiri jika memungkinkan.

"Kami mendorong distributor segera mengirimkan pada RS. Kami juga mendorong agar provinsi bisa membuat upaya sendiri, agar oksigen ini bisa dibuat di daerah," ucapnya.

Lia menyebut, beberapa RS biasanya menyiapkan oksigen untuk keperluan 1-2 bulan. Menurut dia, oksigen menjadi kebutuhan saat ini, lantaran tak sedikit pasien covid-19 yang datang ke RS sudah dalam kondisi kritis.

"Secara faktanya dibutuhkan satu perencanaan kebutuhan oksigen yang baik dan benar," ujarnya. (kompas.com/cnn)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved