Breaking News:

Berita Purwpkerto

Mengintip Aktifitas Napi di Lapas Kelas II A Purwokerto, Buat Sapu Glagah hingga Ternak Lele

Jika kita menonton film yang bertemakan kehidupan penjara selalu identik dengan nuansa seram dan kejam. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Permata Putra Sejati
Para warga binaan di Lapas Kelas II A Purwokerto saat membuat ketrampilan membuat sapu glagah, Minggu (20/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO -  Jika kita menonton film yang bertemakan kehidupan penjara selalu identik dengan nuansa seram dan kejam. 

Aktifitas para napi di dalam penjara yang terkurung dibalik jeruji besi seakan menjadi mimpi buruk.  Padahal pada kenyataannya tidak demikian. 

Para napi atau warga binaan lembaga pemasyarakatan di Indonesia, khususnya di Purwokerto diperlakukan sebagaimana mestinya. 

Bahkan mereka dilatih berbagai macam ketrampilan agar setelah bebas dapat memiliki masa depan yang lebih baik. 

Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh para warga binaan di Lapas Kelas II A Purwokerto yang belajar berbagai macam keahlian. 

Mereka diajari ketrampilan membuat sapu glagah, berternak lele, berkebun, membuat berbagai macam olahan kuliner, dan menjahit. 

Kepala Lapas Kelas II A Purwokerto, Sugito mengatakan para narapidana dibekali banyak hal ketika dalam lapas. 

"Kita seleksi dulu totalnya ada 70 orang disini yang mendapat pelatihan. Diajari cara membuat sapu glagah, bikin mendoan, pecel lele dan lainnya," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (20/6/2021). 

Ia menyampaikan bahan baku membuat sapu glagah diambil dari Kabupaten Purbalingga. 

Harga satu sapu sendiri adalah Rp 18 ribu dan dalam sehari warga binaan dapat membuat sampai 50 sapu.  Hasil dari penjual ini digunakan untuk modal kembali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved