Breaking News:

Berita Kudus

Meski Diklaim Efektif, Bupati Kudus Hartopo Masih Pertimbangkan Kelanjutan Kebijakan di Rumah Saja

Bupati Kudus HM Hartopo masih belum menentukan apakah kebijakan berupa imbauan di rumah saja akan dilanjut. Pihaknya masih perlu pertimbangan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Rifqi Gozali
Masjid Agung Kudus 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo masih belum menentukan apakah kebijakan berupa imbauan di rumah saja akan dilanjut.

Pihaknya perlu pertimbangan dan melihat perkembangan terkini.

"Lihat perkembangannya dulu," ujar Hartopo, Minggu (20/6/2021).

Sejak sepekan terakhir memang Pemkab Kudus memberlakukan kebijakan di rumah saja bagi warganya.

Hal itu mengingat tingginya kasus Covid-19 di Kudus.

Baca juga: Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Seseorang Gagal Move On Lupakan Mantan

Baca juga: Sejumlah ASN Pemkot Semarang Terpapar Covid-19, Hendi Kembali Terapkan Sistem Kerja WFH

Baca juga: Dana dari KONI Jateng Belum Cair, Tim Sepakbola PON Jateng Tetap Konsisten Lakukan Persiapan

Tidak hanya itu, di Kudus juga terdeteksi varian delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

"(Kebijakan sepekan di rumah saja) lumayan efektif," kata Hartopo.

Sebelumnya, Bupati Kudus mengeluarkan edaran agar masyarakat tetap di rumah ketika tidak ada keperluan penting.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/1323/04.03/2021.

Kebijakan di rumah saja berlangsung sejak Senin sampai Minggu (14-20/6/2021).

HM Hartopo mengatakan, pemberlakuan kebijakan di rumah saja bagi masyarakat untuk menguji taraf kedisiplinan.

"Karena dengan adanya imbauan itu kan tidak ada sanksi hukumnya. Hanya sebatas imbauan," kata Hartopo.

Pemberlakuan di rumah saja tidak hanya kali ini. Sebelumnya pihaknya juga mengeluarkan kebijakan serupa. Hartopo menilai tingkat kepatuhan masyarakat akan kebijakan yang pihaknya keluarkan mencapai 60 persen.

Baca juga: Punya Kans Bermain di Eropa, Pratama Arhan Tolak Tanggapi Rumornya ke Seongnam FC

Baca juga: Not Angka Lagu Daerah Ramko Yambe Ramko

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Selandia Baru, di Bukit Manggala Cilongok Kita Bisa Menikmati Padang Rumput Luas

"Sangat luar biasa taat, walaupun yang kemarin (kepatuhannya) persentase 50 sampai 60 persen. Tapi ini sudah luar biasa bagi kami. Harapan kami untuk dengan di rumah saja masyarakat lebih menyadari kondisi Covid-19 seperti ini. Kalau tidak ada kegiatan yang urgen jangan keluar. Masak di rumah. Kalau tidak, pakai ojol kan bisa. Sekarang rumah makan melayani take away," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved