Breaking News:

Berita Solo

AMK Cs Pemuda Solo Mendadak Serang dan Keroyok 5 Warga di Warung Makan, Berakhir di Kantor Polisi

Satreskrim Polresta Solo menangkap seorang pemuda berinisial AMK (19) warga Baluwarti, Pasar Kliwon, Minggu (20/6/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: galih permadi
Istimewa
Seorang pelaku pengeroyokan dan perusakan sebuah warung di Petrojayan, Serengan, Solo berinsial AMK (19). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satreskrim Polresta Solo menangkap seorang pemuda berinisial AMK (19) warga Baluwarti, Pasar Kliwon, Minggu (20/6/2021). 

AMK ditangkap lantaran diduga terlibat pengeroyokan dan pengerusakan sebuah warung makan di Petrojayan, Serengan, Rabu (13/6/2021) lalu. 

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu para pelaku lain yang terlibat dalam kasus kekerasan itu. 

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan, kronologi awal kasus pengeroyokan dan penganiayaan itu saat AMK dan rekan-rekannya tiba-tiba mendatangi sebuah warung makan. 

Tanpa motif yang jelas, para pelaku langsung menganiaya warga yang berada di lokasi. 

“Motif para pelaku masih dalam pendalaman. Pelaku dengan korban tidak saling mengenal,” ucap Ade, Senin (21/6/2021) saat dikonfirmasi. 

Mantan Kapolres Karanganyar itu menambahkan, saat ini otak aksi pengroyokan itu sedang diburu. 

Hal itu, lanjut Ade, dikarenakan diprediksi pelaku datang menggunakan sebanyak 6 sepeda motor. 

“Warung dalam keadaan ramai, kelompok pelaku datang merusak dan menganiaya hingga ada 5 orang korban terluka,” jelasnya. 

Menurutnya, 5 orang korban itu berinisial SH, SL, TK, KH, dan RD.

Pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa 1 sepeda motor Yamaha N-Max, 1 pakaian pelaku, 1 kursi kayu dalam keadaan rusak, dan 1 flashdisk berisi alat bukti elektronik. 

Menurutnya, dari pemeriksaan pelaku ada seorang yang memimpin aksi itu. Saat ini masih dalam perburuan Tim Resmob Polresta Solo

Mantan Dirreskrimsum Polda Lampung itu memastikan, segala bentuk tindak kekerasan dan premanisme bakal ditindak tegas jajaran Polresta Solo

“Komitmen kami segala bentuk kekerasan, premanisme, intoleransi, kami tindak tegas. Kami tidak memberikan ruang itu,” tandasnya. 

Atas kejadian itu, lelaku dijerat Pasal 17p ayat (1) dan (2) junto Pasal 56 atau Pasal 169 ayat (1) KUHP atau Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang pengroyokan dan kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved