Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo Tinjau Isolasi Terpusat di Mejobo

Dengan adanya isolasi terpusat di masing-masing desa, tidak ada lagi warga Kudus yang harus dibawa ke luar daerah untuk menjalani isolasi.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq
Istimewa
Bupati Kudus HM Hartopo meninjau isolasi terpusat di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (21/6). 

TRIBUNJATENG.COM - KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo meninjau isolasi terpusat di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kudus, Senin (21/6/2021). Dia memastikan warga yang isolasi terpusat mendapatkan fasilitas dan layanan yang memadai.

Saat ini terdapat enam warga Desa Jepang menjalani isolasi di TPQ NU Mashalut Ta’lim yang disulap pemerintah desa menjadi isolasi terpusat. Dipilihnya gedung milik lembaga pendidikan sebagai tempat isolasi karena saat ini pembelajaran tatap muka belum berlangsung.

“Sangat layak sekali. Ada tempat untuk olahraga, tempat untuk nonton televisi. Tapi hanya untuk nonton saja. Yang penting semua yang di sini OTG (Orang Tana Gejala) dan di sini stand by dari BKO TNI Polri selalu siap di sini untuk membantu PPKM mikro,” kata Hartopo di lokasi.

Dengan adanya isolasi terpusat di masing-masing desa, tidak ada lagi warga Kudus yang harus dibawa ke luar daerah untuk menjalani isolasi.

“Karena target kami desa punya isolasi terpusat semuanya, minimal diisi 20, kali 132 desa kira-kira terpenuhi. Belum isolasi yang Pemkab buat termasuk di Rusunawa (Bakalankrapyak) di Sonyawarih (Desa Menawan) dan di Graha (Desa Colo),” kata dia.

Hartopo menekankan kepada setiap camat dan kepala desa untuk memastikan setiap warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah tidak tinggal bersama warga yang negatif Covid-19. Kalau terdapat kasus demikian, maka dia meminta agar segera dievakuasi dan ditempatkan di isolasi terpusat di desa.

Sedangkan untuk kebutuhan tenaga kesehatan, Hartopo meminta kerja sama seluruh elemen masyarakat yang ada di desa. Jika perlu, dokter di Puskesmas terdekat harus siap sedia untuk dipanggil ke isolasi terpusat milik desa.

Meski begitu, dari 123 desa di Kudus, sejauh ini belum semuanya memiliki isolasi terpusat. Terutama desa di Kecamatan Kudus Kota. "Isolasi terpusat di desa yang masih agak kurang itu di kota. Di kota ada beberapa saja. Karena sempat ada penolakan alasannya anggaran," jelas dia.

Sementara itu Camat Mejobo, Fitrianto, mengatakan, enam warga yang menghuni di isolasi terpusat Desa Jepang terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan. Di isolasi tersebut tersedia 11 tempat tidur.

“Mereka isolasi sudah sepekan tinggal di sini. Ada satu yang isolasi di sini kemudian dirujuk ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Ini sudah mulai membaik,” jelas Fitrianto.

Fitrianto menjelaskan, saat ini terdapat 39 warga Desa Jepang yang terkonfirmasi positif Covid-19. 20 orang di antaranya isolasi mandiri di rumah, 6 isolasi terpusat di desa, sedangkan 1 orang masih isolasi di Donohudan, dan dirawat di rumah sakit sebanyak 12 orang. “Yang isolasi setiap hari ada kunjungan nakes dar Puskesmas dibantu bidan desa,” tutur dia.

Kini seluruh desa di Kecamatan Mejobo telah memiliki isolasi terpusat. Kata Fitrianto, tempat isolasi rata-rata berada di sekolah. Sedangkan yang sudah terisi yakni hanya di Desa Jepang. (goz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved