Breaking News:

Berita Tegal

Hasil Swab Antigen Berbeda, Kades di Kecamatan Lebaksiu Minta Kejelasan ke Puskesmas Kambangan

Terjadi kesalahpahaman antara kades di Kecamatan Lebaksiu dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Kambangan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Musyawarah atau diskusi antara perwakilan beberapa kepala desa di Kecamatan Lebaksiu dengan pihak Puskesmas Kambangan, Senin (21/6/2021). Hal ini dilakukan karena ada perbedaan hasil swab antigen antara pihak puskesmas dengan laboratorium. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Terjadi kesalahpahaman (miskomunikasi) antara kepala desa di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Kambangan. 

Hal ini dipicu karena hasil swab antigen yang dikeluarkan oleh Pusk

Suasana di Puskesmas Kambangan.
Suasana di Puskesmas Kambangan. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

esmas Kambangan dengan laboratorium lain berbeda sehingga pihak Kades meminta kejelasan.

Untuk menengahi, berlangsung musyawarah atau diskusi antara beberapa Kepala Desa di Kecamatan Lebaksiu dengan pihak Puskesmas Kambangan, Senin (21/6/2021).

Ditemui setelah kegiatan, Kades Slarang Kidul Sahyudin menjelaskan, Kepala Desa di Kecamatan Lebaksiu melaukan swab antigen pada tanggal 11 Juni 2021, kemudian tanggal 16 Juni baru mendapat hasilnya dengan keterangan positif Covid-19. 

Alasan dari Dinas Kesehatan kenapa hasil tes lambat karena alat yang untuk melakukan tes rusak atau eror sehingga terkendala. 

Keesokan harinya pada tanggal 17 Juni Kades yang dikatakan positif Covid-19 langsung melakukan swab mandiri di laboratorium yang ada di Semarang dan mendapat hasil negatif. 

"Kami hanya ingin minta kejelasan karena swab antigen antara Puskesmas dan yang kami lakukan sendiri di salah satu laboratorium di Semarang hasilnya berbeda. Di Puskesmas hasilnya positif Covid-19 sedangkan yang di laboratorium negatif," jelas Sahyudin, pada Tribunjateng.com. 

Selain hasil swab yang berbeda, pihak Kepala Desa juga mempertanyakan mengenai tidak adanya surat resmi hasil laboratorium apakah memang positif Covid-19 atau tidak. Karena sejauh ini tidak ada pemberitahuan secara tertulis, hanya sekedar informasi bahwa hasilnya negatif atau positif.

Sahyudin menegaskan, ia dan rekan yang lain tidak bermaksud menyudutkan pihak tertentu atau mencari kesalahan siapapun tapi lebih kepada meminta klarifikasi saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved