Breaking News:

PPnBM

Alasan Pemerintah bakal Perpanjang Pembebasan PPnBM Industri Otomotif hingga Akhir Tahun

Kebijakan pemerintah membebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk industri otomotif

Editor: Catur waskito Edy
IST
otomotif rabu new 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Kebijakan pemerintah membebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk industri otomotif yang seharusnya sudah berakhir pada Mei 2021 lalu akan diperpanjang.

Kendati wacana itu sudah disampaikan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), perpanjangan insentif itu belum berlaku, lantaran masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan, telah memproses perpanjangan diskon PPnBM kendaraan bermotor atau mobil hingga akhir tahun.

Menurut dia, perpanjangan PPnBM itu akan disesuaikan dengan persyaratan tertentu.

"Untuk pajak perumahan dan kendaraan bermotor dalam proses kami perpanjang, berlaku sampai dengan akhir tahun dengan kondisi tertentu," ujarnya, dalam konferensi pers 'APBN Kita', Senin (21/6).

Adapun, sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) sudah siap melakukan penyesuaian saat perpanjangan insentif PPnBM 100 persen dilaksanakan.

Namun, saat ini APM telah menerapkan kebijakan sebelumnya, di mana saat ini berlaku insentif PPnBM 50 persen.

Mereka pun belum bisa memaparkan dengan rinci akan seperti apa skemanya jika pelanggan yang sudah membayar dengan PPnBM 50 persen menagih diskon PPnBM 100 persen setelah perpanjangan insentif ini berlaku.

Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Henry Tanoto mengatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian sesuai dengan PMK yang dikeluarkan pemerintah.

"Untuk skema ini tentu kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh, karena baru bisa kami lihat akan seperti apa setelah detail peraturannya keluar," jelasnya, kepada Kontan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved