Breaking News:

Berita Jepara

Keluh Kesah Pengemudi Perahu Wisata Pantai Kartini, Sambung Hidup dengan Cari Uang Pinjaman

Perahu Yani (40) terparkir di dermaga Pantai Kartini, sudah lebih dua pekan ia tidak menarik wisata.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
YUNANSETIAWAN/TRIBUNJATENG
Yani (40) pengemudi perahu wisata di Pantai Kartini, Jepara, saat ditemui Tribun Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Perahu Yani (40) terparkir di dermaga Pantai Kartini. Ia sudah lebih dua pekan tidak menarik wisata.

Perpanjangan PPKM Mikro hingga 28 Juni 2021 membuatnya gigit jari. Pasalnya, sudah hampir satu bulan Pemerintah Kabupaten Jepara menutup semua objek wisata.

Hal itu berdampak besar pada kehidupan Yani. Ia kehilangan sumber pendapatan dari mengantar wisatawan melihat panorama laut Jepara. Dia bercerita mengalami kesusahan memenuhi kebutuhan hidup sejak ada penutupan ini. 

"Kalau satu bulan seperti ini terus gimana? Buat sekolah buat makan terus gimana? Nanti nyukupinya cari pinjaman. mau gimana lagi, ibu (istri)  tidak bisa jualan, saya tidak bisa kerja," keluhnya, Selasa, (22/6/2021).

Menurut Yani, pemerintah seharusnya memberi bantuan kepada pekerja di obyek wisata. Sehingga itu bisa menjadi solusi dari penutupan tempat wisata. Selama ini, kata dia, penutupan itu tidak dibarengi kompensasi bantuan. Yang terjadi obyek wisata ditutup dan banyak orang kehilangan pendapatan. Di sisi lain kebutuhan makan harus dipenuhi.

Kata Yani, Saat kondisi normal terutama akhir pekan, dalam satu hari perahunya bisa menarik penumpang dua sampai tiga kali. Pendapatan dari menarik perahu itu cukup lumayan. Satu kali perjalanan ia bisa mengantongi Rp250 ribu. Tiga kali jalan dirinya bisa meraup Rp750ribu.

"Itu hanya satu hari lho. Kalau pas ramai," ujarnya.

Namun, berhubung pandemi corona masih melanda dan Kabupaten Jepara berstatus zona merah, Yani mengaku tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah dengan kondisi saat ini.

"Saat ini banyak meminjam (uang) sana-sini," ujarnya.

Di sisi lain dia juga bersyukur kadang dapat bantuan sembako dari sejumlah pihak. Kendati bantuan tersebut tidak mengatasi beban hidupnya. Setidaknya, kata dia, itu bisa meringankan.

Dia berharap pandemi ini segera selesai sehingga dia bisa kembali lagi bekerja. Sebab tanggungan uang sekolah, makan, dan yang lain harus bisa dipenuhi.

Sebelumnya Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan penutupan tempat wisata dilakukan karena adanya peningkatan tajam jumlah pasien Covid-19 di Jepara. Untuk itu, tempat yang mudah membuat kerumunan ditutup agar tidak terjadi penularan.

"Berbagai kebijakan diambil untuk menyelamatkan kesehatan masyarakat. Kebijakan ini harapannya dapat menekan penyebaran Covid-19 di Jepara," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved