Breaking News:

Puisi

Puisi Rindu A Rahim Eltara

Puisi Rindu A Rahim Eltara: I Imajinasi merontah-rontah dalam sangkar resah Paruh rindu mematuk-matuk tempurung batin Kelopak mata meluruhkan gerimis

Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq
KOLASE TRIBUN JATENG
A Rahim Eltara 

Puisi Rindu A Rahim Eltara

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Rindu A Rahim Eltara:

Rindu

I
Imajinasi merontah-rontah dalam sangkar resah
Paruh rindu mematuk-matuk tempurung batin
Kelopak mata meluruhkan gerimis duka lara
Di sela-sela rumpun rerumputan
Menuding dengan tajam naluri:
“Sajak adalah beban air mata bening nurani”

II
Kemarau ini terasa sangat panjang, Riyan
Pucuk-pucuk daun musim semi telah senja
Disengat bara rindu membisu
Jauh di mata langit biru
Dekat di benak kalbu.

III
Saat pertama kau menjadi kijang buruanku
Mimpi-mimpi liar berkeliaran di padang sunyi
Mengendap di rimbun rahasia kamar senyap batin
Mekar merekah kelopak bunga taman hati
Harum menguap sejuk memeluk jenang raga
Mewarnai ranum rona pipi spoi angin
Kaki-kaki gunung berlumut hijau subur
Sampai ke punggung-punggung batu deras air
Menjalar dari putik sari kasih-Nya.

IV
Sejuta benih kangen
Bersarang di jaring-jaring otak
Menggedor pintu lanskap dini hari
Ingatkan aku pada pidato dan fatwa:
Bung Karno, Buya Hamka, serta Kahlil Gibran
Yang nyala jernih nan tak kenal padam
Menyalak tungku jatidiri yang mandiri.

Sumbawa, Desember 2001

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved