Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Saat Rektor Unipar Jember Datangi Kamar Hotel Bu Dosen Cantik, Ingin Mencium Tapi Ditolak

Rektor Unipar Jember berinisial RS mengundurkan diri setelah dilaporkan MH, suami Bu Dosen cantik ke Yayasan Kantor Perkumpulan Pembina Lembaga Pendid

Tayang:
Editor: m nur huda
DAILY MAIL
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUNJATENG.COM, JEMBER - Rektor Universitas PGRI Argopuro (Unipar), Jember berinisial RS mengundurkan diri setelah dilaporkan MH, suami Bu Dosen cantik ke Yayasan Kantor Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI Jember.

Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Rektor Unipar terhadap Bu Dosen yang sudah bersuami itu berlangsung di sebuah hotel di Tretes, Pasuruan.

Kejadian itu saat sang Rektor RS hendak mengajak bu dosen makan dengan cara mendatangi kamarnya.

Baca juga: Pelecehan Seksual Ke Dosen Perempuan, Rektor Unipar Jember Mengaku Khilaf, Ini Kronologinya

Baca juga: Mantapkan Kampus Sehat, 300 Dosen dan Karyawan UMP Purwokerto Divaksin

Setelah bu dosen membukakan pintu, dalam benak RS tb-tiba ingin mencium bu dosen.

"Pada intinya saat saya mau cium dia, dia menolak. Setelah itu, saya minta maaf dan pergi. Itu kejadiannya. Tidak tahu, kok kemudian itu diramaikan. Saya akui saya khilaf, dan saya sudah minta maaf," ujar RS.

Rektor RS mengaku, tidak sampai mencium bu dosen yang sudah bersuami itu. Dia juga sudah berupaya minta maaf.

Dugaan pelecehan sekaual itu berlangsung saat pendidikan dan pelatihan dosen kampus Unipar di Tretes, Pasuruan.

Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah orang, termasuk bu dosen (istri MH) dan RS.

Pascakejadian, sang suami dari bu dosen tidak terima dan melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan RS ke Yayasan Kantor Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP PT) PGRI Jember.

Setelah laporan masuk, tekanan muncul dari sejumlah karyawan dan dosen yang mendesak RS mundur dari jabatan Rektor Unipar.

Pihak yayasan akhirnya menjatuhkan surat peringatan (SP) pertama kepada RS setelah menindaklanjuti laporan MH. 

Kini, RS mundur dari jabatannya untuk meredakan suasana di lingkungan Unipar Jember.

RS pun mengaku tidak masalah mundur dari kursi rektor.

Setelah kasus itu ramai, RS angkat bicara. Kepada reporter SURYA.co.id, RS mengaku khilaf saat hendak mencium dosen istri MH di depan pintu kamar hotel.

Kronologi dugaan pelecehan seksual versi pelaku kepada reporter SURYA.co.id, RS juga menceritakan kronologi dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan MH ke Yayasan PPLP PT PGRI Jember.

RS menuturkan, saat kasus dilaporkan ke yayasan, dirinya juga mengakui kekhilafannya dan berupaya melakukan mediasi.

RS juga sudah mendapatkan surat peringata (SP) 1.

Namun kemudian, ada tekanan dari sejumlah karyawan dan dosen yang mendesak dirinya mundur.

Akhirnya RS memilih mundur untuk meredakan suasana di lingkungan Unipar.

"Ya saya tidak masalah mundur," jelasnya.

Laporan suami dosen yang diduga jadi korban.

Peristiwa itu dibuka oleh MH yang kemudian ditindaklanjuti dengan melapor ke Yayasan PPLP PT PGRI Jember.
Kepada SURYA.co.id, MH mengakui membuat pelaporan tersebut. Dirinya menuntut ada keadilan untuk istrinya.

Pelaporan dibuat pada 16 Juni 2021.

"Saya ingin ada keadilan, langkah pertama yang saya lakukan memang melalui yayasan. Ini soal integritas lembaga pendidikan, apalagi dilakukan oleh pejabat tinggi di kampus tersebut. Akibat perbuatan itu, istri saya syok dan tidak mau ke kampus," ujar MH, Jumat (18/6/2021).

Bentuk dugaan pelecehan itu adalah RS mencium istri MH.

"Kalau saya tidak melapor dan menuntut keadilan, nanti malah istri saya yang dituduh selingkuh. Saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi, jangan ada lagi korban pelecehan apalagi itu di kalangan lembaga pendidikan," tegas MH.

MH ingin ada penyelesaian atas kasus tersebut. MH menuntut, pertama, ada proses terhadap dugaan pelecehan seksual itu.

Kedua, sanksi untuk terduga pelecehan seksual. Ketiga, universitas memberikan perlindungan kepada dosen dan tenaga kependidikan perempuan Unipar Jember.

"Karena sangat mungkin rentan menghadapi pelecehan seksual. Saya tidak menginginkan pelecehan seksual yang menimpa istri saya dialami oleh dosen dan tenaga kependidikan lainnya di lingkungan Unipar Jember," tandas MH.

Tanggapan Unipar Jember

Kepala Biro 3 (Humas, Perencanaan dan Kerjasama) Unipar, Achmad Zaki mengatakan, pihak yayasan telah menindaklanjuti laporan korban pelecehan seksual tersebut.

"Tanggal 17 Juni sudah ada tindaklanjut. Dan yang bersangkutan (RS) sudah mengundurkan diri. Jadi sekarang, dia sudah tidak menjabat sebagai rektor lagi," ujar Zaki.

Pihak yayasan, kata Zaki, selama tiga hari berturut melakukan penelusuran dan pemeriksaan terkait kasus tersebut.

Berdasarkan peraturan pokok kepegawaian, RS menyatakan mundur dan dibuktikan dengan surat pernyataan mengundurkan diri.

"Mundur dari jabatan itu juga bentuk sanksi dari yayasan. Selanjutnya, kasus ini juga menjadi pelajaran buat kami. Ke depan, nanti kami akan membentuk Pusat Studi Gender," jelas Zaki.

(*)

Berita terkait rektor unipar jember

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Rektor Unipar Jember Ajak Makan Bu Dosen ke Resto Kamar Dibuka Ujungnya Minta Cium di Hotel Tretes

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved