Breaking News:

Berita Banyumas

Seminar Kesehatan Hari Thalasemia di Banyumas, Bupati Minta KUA Tingkatkan Screening

Dinkes bersama YTI Banyumas gelar seminar kesehatan bertajuk Yuk Kenali Darahmu dan Cegah Thalasemia.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
Istimewa
Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas saat menyelenggarakan seminar kesehatan yang bertajuk Yuk Kenali darahmu dan Cegah Thalasemia, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Dinas Kesehatan bersama Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas menyelenggarakan seminar kesehatan yang bertajuk Yuk Kenali darahmu dan Cegah Thalasemia.

Adapun hadir sebagai narasumber Bupati Banyumas, Achmad Huse

Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas saat menyelenggarakan seminar kesehatan yang bertajuk Yuk Kenali darahmu dan Cegah Thalasemia, Selasa (22/6/2021).
Yayasan Thalasemia Indonesia (YTI) Kabupaten Banyumas saat menyelenggarakan seminar kesehatan yang bertajuk Yuk Kenali darahmu dan Cegah Thalasemia, Selasa (22/6/2021). (Istimewa)

in, Ketua YTI Banyumas Erna Husein, Ketua Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassaemia Indonesia (POPTI) Banyumas Siti Aminah dan dr. Muh Basalamah. 

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Thalasemia Tingkat Kabupaten Banyumas, Selasa (22/6/2021). 

Pada seminar ini peserta diberikan berbagai informasi mengenai Penyakit Thalasemia, serta cara pencegahannya. 

Karena Thalasemia merupakan penyakit keturunan (kelainan genetik) akibat kelainan sel darah merah, dan thalasemia sama sekali tidak menular. 

Bupati Banyumas, Achmad Husein terus mengagajak semua pihak dapat menyampaikan kepada masyarakat luas mengenai pentingnya mencegah penyakit ini serta menjaga pola hidup sehat, sehingga penyakit ini dapat dicegah. 

Pemkab Banyumas sudah berusaha melakukan screening anak dan orang yang berpotensi menurunkan anka thalasemia.

"Kita sudah berusaha, adakan screening meski belum masif dan meminta kepada KUA apabila ada orang yang berpotensi membawa keturunan Thalasemia agar diingatkan.  Kalau dilarang kayaknya ga mungkin, maka sebaiknya tidak punya anak, atau kesadaran dari penderita thalasemia sendi itu lebih baik," kata bupati kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis, Selasa (22/6/2021). 

Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Gedung Pelayanan Thalasemia RSUD Banyumas akan kembali dibangun hal tesebut untuk mengurangi penderitaan penyintas thalasemia

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved