NGOPI PAGI

Delta, Kehadiranmu Sungguh Terlalu

Dunia terguncang dengan mutasi Covid-19 atau Virus Corona SARS-CoV-2 yang disebut strain B.1.617.2 sebagai varian Delta atau varian India. Meski Organ

Penulis: m nur huda | Editor: m nur huda
Grafis:Tribunjateng/Dok
Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda 

Tajuk Ditulis Oleh Jurnalis Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM - Dunia terguncang dengan mutasi Covid-19 atau Virus Corona SARS-CoV-2 yang disebut strain B.1.617.2 sebagai varian Delta atau varian India. Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau ada lebih dari 50 varian covid-19, Delta dianggap paling berbahaya saat ini.

WHO pada Rabu (16/6/2021), menyebut varian Delta telah bermutasi dan menyebar di lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.

Varian Delta memiliki karakter lebih mudah menular, memiliki gejala lebih berat dibanding  varian sebelumnya. Gejala yang ditimbulkan juga bervariasi. Tidak lagi hanya menyerang organ pernapasan, namun juga pencernaan, penglihatan, dan pendengaran. Selain itu, juga menurunkan level efektivitas kerja vaksin.

Selain varian Delta, terdapat dua varian berbahaya yang disebut WHO sebagai Variant of Concern, yakni Alpha (B.1.1.7) dari Inggris  dan Beta (B.1.351) Afrika Selatan, juga telah ditemukan di Indonesia.

Data dari Balitbangkes Kemenkes hingga 20 Juni 2021 varian Alpha, varian Beta, dan varian Delta di Indonesia totalnya ada 211 kasus. Varian Alpha, berjumlah 45 kasus. Varian Beta, ada 6 kasus.

Varian Delta, ada 160 kasus. Dari jumlah itu, di Jawa Tengah ada 80 kasus, sebagian besar ditemukan di Kudus. Lainnya tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, dan Gorontalo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, penyebaran varian Delta sudah dalam skala besar. Sudah tidak ada klaster lagi, melainkan komunitas.

Sampel dari Kudus yang dikirimkan ke laboratorium untuk pengecekan whole genom sequencing (WGS), sebagian besar merupakan varian baru.

Peneliti dari Brown University School of Public Health, menyebut, untuk menghadapi varian delta salahsatunya adalah dengan vaksinasi covid-19 secara penuh.

Di Kudus, hingga 21 Juni 2021 tercatat sudah ada 74.604 warga divaksin dosis pertama, dosis kedua 30.808 orang. Perhari, ada 5.000 dosis vaksin yang disuntikkan. Selain itu juga adanya isolasi terpusat bagi pasien covid-19.

Sementara, akhir-akhir ini tiap hari kabar melalui media sosial selalu ada orang meninggal. Meski tak semua dinyatakan terpapar corona, namun patut diwaspadai.

Di Kudus misalnya, data Dinas Kesehatan setempat tercatat angka kematian terkonfirmasi positif Covid-19 periode 19 Mei-15 Juni 2021 ada 440 orang. Angka itu hampir sama dengan angka kematian terkonfirmasi positif selama setahun.

Dari jumlah itu sebagian besar memang belum divaksin. Hanya 20 orang yang sudah divaksin itupun baru tahap pertama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved