Breaking News:

Berita Regional

Kasus Covid-19 Kian Genting, Raja Keraton Yogya Mengingatkan, Lengah Akan Perparah Pagebluk

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur Yogyakarta (DIY) Sultan HB X mengingatkan secara khusus pada warganya waspada covid-19.

Editor: m nur huda
Istimewa//Facebook/Kraton Jogja
Abdi Dalem dalam prosesi Ngabekten, sungkem pada Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, 6 Juni 2019. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X mengingatkan secara khusus pada warganya untuk waspada terhadap pageblug atau wabah covid-19.

Hal itu disampaikannya melihat jumlah kasus Covid-19 di DIY mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan pada hari Selasa (22/6/2021) terjadi penambahan sebanyak 675 kasus positif.

Angka ini meningkat dari dua hari sebelumnya yakni penambahan sebanyak 665 kasus pada Minggu (20/6/2021) serta penambahan sebanyak 662 kasus pada Senin (21/6/2021).

Baca juga: Sri Sultan HB X Tak Jadi Lockdown DIY: Saya Nggak Kuat Ngragati Rakyat Sak Yogya

Baca juga: Tak Tergerus Pandemi, Bisnis Properti Tipe Rumah Sultan di Citra Sun Garden Semarang Jadi Incaran

Baca juga: Imbauan Sultan Yogyakarta: Warga Dengarkan Lagu Indonesia Raya Tiap Pagi, Pakar UGM Salut

Baca juga: Delta, Kehadiranmu Sungguh Terlalu

Sebagai respons serius, Sultan HB X menggelar Sapa Aruh untuk menyampaikan pesan khusus kepada warga.

Mengusung tema Jogja Eling lan Waspodo, Wilujeng Nir Ing Sambikala ( Ingat dan Waspada, selamat dari segala rintangan, marabahaya, atau malapetaka)

Pada intinya Sultan berharap agar pandemi di DIY ini bisa dilalui bersama dan masyarakat dapat menjadi subjek kebijakan sehingga dapat berperan aktif mencegah penyebaran Covid19 di DIY.

Abdi Dalem dalam prosesi Ngabekten, sungkem pada Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, 6 Juni 2019.
Abdi Dalem dalam prosesi Ngabekten, sungkem pada Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, 6 Juni 2019. (Istimewa//Facebook/Kraton Jogja)

Masyarakat perlu menjadi subjek dalam sebuah kebijakan karena sebaik dan sekuat apapun regulasi bisa menjadi tak berarti apabila kebijakan itu diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan kerelaan warga.

"Kita harus Lilo lan Legowo (rela dan Ikhlas) dengan menyadari sedikit kelengahan dapat memperparah dampak pagebluk ini," ungkap Sri Sultan dalam pidatonya.

Sultan pun menyinggung wacana karantina wilayah atau lockdown yang dulu sempat dilontarkannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved