Breaking News:

Berita Salatiga

Kemendikbudristek Usulkan Salatiga Jadi Kota Gastronomi ke Unesco

Kemendikbudristek mengusulkan Kota Salatiga menjadi nominasi Creative City of Gastronomy ke Unesco.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/ Nafiul Haris
Wali Kota Salatiga Yuliyanto. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco (KNIU) mengusulkan Kota Salatiga menjadi nominasi Creative City of Gastronomy ke Unesco Creative City Network (UCCN).

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan Salatiga berhasil lolos seleksi sehingga menjadi nominasi untuk mewakili Indonesia. Selain Salatiga, Kota Jakarta juga diusulkan untuk kategori Creative City of Literature.

"Salatiga diusulkan KNIU Kemendikbudristek  karena dinilai memiliki potensi kuliner yang sangat beragam dan bersejarah. Karena itu, kita akan berupaya dan bekerja keras agar menjadi Kota Kreatif di dunia untuk kategori gastronomi," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (23/6/2021).

Menurut Yuliyanto, upaya dan komitmen menuju Kota Kreatif Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga kedepan secara konsisten maupun jangka menengah dan panjang telah mengalokasikan anggaran untuk mengangkat dan mengungkit para pelaku usaha kecil dan mikro dalam sektor kuliner tradisional.

Ia menambahkan, Kota Salatiga sebagai Indonesia mini memiliki kuliner yang sangat beragam dan sangat multi etnis sekira 14.440 UMKM yang terdaftar di dinas terkait, 6.178 diantaranya berbasis kuliner.

"Selain potensi berbagai kuliner dan UMKM, di Salatiga juga terdapat Pusat Studi Tempe, Pusat Dinamika Usaha Mikro dan Kecil (CEMSED) serta Program Studi Teknologi Pangan," katanya

Dia mengungkapkan, dari sisi kebijakan pemerintah melalui SK Walikota No. 500/333/2021 menetapkan sejumlah daerah maupun spot-spot tertentu untuk mengakomodasi kegiatan yang mempromosikan sebagai Kota Kuliner Kreatif.

Pemkot Salatiga lanjutnya, juga berkomitmen untuk memfasilitasi kegiatan yang mendorong perkembangan kuliner seperti pameran, festival jajanan, dan sosialisasi produk kreatif, penetapan Kampung Tematik Singkong Ngaglik sebagai pusat produk olahan singkong.

"Lalu Kampung Kuliner di Jalan Monginsidi, Kridanggo, Jalan Adi Sucipto, serta keberadaan Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Salatiga yang dioptimalkan untuk tempat pameran, seminar, maupun konferensi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved