Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Pulih dari Covid-19, Bupati Tegal Umi Azizah Kembali Beraktivitas, Ceritakan Pengalamannya

Faktor lain, Umi merasa kelelahan saat lebaran idul fitri karena adanya tradisi silaturahmi. Namun ia menegaskan tidak mengadakan open house saat leba

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Bupati Tegal Umi Azizah, saat ditemui belum lama ini. Setelah dirinya dinyatakan negatif Covid-19 Bupati Umi kembali melakukan aktivitas seperti biasa. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setelah dinyatakan negatif Covid-19, Bupati Tegal Umi Azizah kembali beraktivitas seperti biasa. Hal ini terlihat saat ia menghadiri kegiatan sejak Selasa (22/6/2021) kemarin dan mengikuti Vidcon di rumah dinas Bupati, Rabu (23/6/2021). 

Orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini pun bercerita sebelum dinyatakan positif Covid-19, Bupati sempat dinas ke luar kota tepatnya di Semarang untuk menerima laporan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Jateng pada Senin (23/5/2021) lalu. 

Faktor lain, Umi merasa kelelahan saat lebaran idul fitri karena adanya tradisi silaturahmi. Namun ia menegaskan tidak mengadakan open house saat lebaran.

"Mungkin karena kelelahan imunitas saya menurun, setelahnya nafsu makan berkurang, tenggorokan serak, lemas, mual, namun saat itu saya belum berpikir ke arah sana (terpapar Covid-19) karena indera penciuman saya masih normal. Ya pada akhirnya diswab dan hasilnya positif, saat dirawat saya menyadari imunitas sangat penting," ungkap Umi, pada Tribunjateng.com.

Untuk bisa sembuh dari Covid-19, menurut Bupati Umi harus sehat tidak hanya fisik (tubuh) tapi juga pikiran yang harus positif thinking. 

Tidak lupa, Umi berpesan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan karena sangat penting. 

Bukan hanya sekedar memakai masker dan mencuci tangan, tapi juga hindari kerumunan seperti makan bersama.

Karena saat makan bersama otomatis membuka masker, sehingga peluang penularan sangat besar. 

Bupati juga sementara melarang adanya hajatan atau pun acara yang beresiko mengundang kerumunan massa. 

"Pada kesempatan ini saya juga ingin meminta maaf karena hilang dari peredaran selama hampir 25 hari. Terakhir saya tegaskan Covid itu ada dan nyata, saya sudah merasakannya sendiri," tegas Umi.

Kasus penyebaran Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Tegal apakah Pemkab akan melakukan lockdown wilayah atau tidak, Bupati menyebut pihaknya melakukan evaluasi terlebih dahulu.

Namun sejauh ini lockdown sudah dilakukan namun di tingkat RT, RW, dan Desa. Sedangkan untuk tingkat Kabupaten masih dievaluasi.

"Untuk kelanjutan SE Bupati dalam rangka gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 yang sesuai ketentuan sampai tanggal 23 Juni akan kami bahas terlebih dahulu, apakah ada SE baru atau dilanjutkan bergantung nanti hasil rapat seperti apa. Intinya saya berpesan terutama pada masyarakat yang masih belum memahami dan protes dengan kebijakan pemerintah pusat sampai daerah semata-mata demi kebaikan bersama," pesan Umi. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved