Breaking News:

Berita Kudus

Tak Kantongi Izin, Tower Milik PT Tower Bersama Group di Barongan Kudus Akan Dibongkar

Tak kantongi izin, sebuah menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama Group akan segera dibongkar di Desa Barongan, Kudus, Rabu (23/6/2021).

Penulis: raka f pujangga | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah petugas Satpol PP Kudus berkumpul di sekitar Menara telekomunikasi base transceiver‎ station (BTS) sejak Rabu (23/6/2021) pagi hari. 

Penulis: Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tak kantongi izin, sebuah menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama Group akan segera dibongkar di Desa Barongan RT 2 RW 1, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Rabu (23/6/2021).

Sejumlah petugas Satpol PP Kudus sudah berkumpul di sekitar Menara telekomunikasi base transceiver‎ station (BTS) sejak pagi hari.

Namun pembongkaran itu terganjal tanpa ada penjelasan waktu‎ pelaksanaan pembongkaran menara tersebut.

Kepala Satpol PP Kudus, Djati Solechah, belum bisa memberikan keterangan terkait rencana penertiban atau pembongkaran menara telekomunikasi tersebut.

"Sebentar, belum," ujar Djati.

‎Dalam surat nomor 300/567/24.02/2021 yang disampaikan Satpol PP, kegiatan itu merupakan penegakan Perda nomor 1 tahun 2013 tentang retribusi pengendalian menara telekomunikasi dan Perda nomor 14 tahun 2015 tentang retribusi izin mendirikan bangunan (IMB).

Baca juga: Segel Swalayan Ramai Dibuka, 92 Karyawan Sudah Jalani Swab Test, 12 Positif Covid-19

Baca juga: Kapolresta Solo Secara Simbolik Letakkan Ornamen Nisan di Makam Mojo Solo: Mari Rajut Kebhinekaan 

Baca juga: Kuttab Tempat Belajar Anak Diduga Rusak Makam di Mojo Solo Buka Suara: Di Luar Jam Belajar Sekolah

Baca juga: Jadwal & Cara Daftar PPDB Jateng Pendaftaran Online SMP di Solo, Akses ppdb.surakarta.go.id/smp

Menurut pemilik lahan, Munarto (56), menara telekomunikasi tersebut sudah mulai berdiri sejak bulan Maret 2020 lalu.

Menara yang berdiri di atas lahan milik Munarto seluar 10 x 10 meter  itu rencananya akan disewa hingga 20 tahun.

"Tapi saya belum tahu, 20 tahun atau 10 tahun karena informasinya berubah-berubah. Saya juga belum dapat surat resminya berapa tahun," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved