Berita Pekalongan

21 Warga Positif Corona, Tempat Wisata di Petungkriyono Pekalongan Ditutup

Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona, obyek wisata alam di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, tempat wisata Black Canyon di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa ditutup sementara. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona, obyek wisata alam di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ditutup sementara.

Camat Petungkriyono Farid Abdul Hakim mengatakan, adanya 21 orang yang terpapar Covid-19 jajaran Forkopimcam Petungkriyono dan unsur pemerintah desa terus berupaya agar kasus yang ada penyebarannya tidak semakin masif terjadi.

Walaupun sebenarnya jumlahnya tidak terlalu banyak, akan tetapi dibandingkan dengan jumlah warga prosentasenya jadi besar.

"Di Kecamatan Petungkriyono yang sudah lama selalu zona hijau, tiba-tiba ada lonjakan kasus. Yakni ada 21 kasus positif. Kasus ini menyebar di Desa Kayupuring, Desa Yosorejo, dan Desa Gumelem," kata
Camat Petungkriyono Farid Abdul Hakim saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (24/6/2021) malam.

Menyikapi itu, pihaknya tidak ingin ada penyebaran yang lebih masif.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak kawan-kawan pengelola wisata terkait hal ini. Walaupun, adanya penambahan ini klasternya bukan dari wisata.

"Kita lebih baik preventif karena yang namanya wisata kan majemuk. Orang dari mana-mana dan sebagainya. Kita ajak rembugan mereka untuk sementara kita istirahat. Itung-itung sambil menata tempat wisata," imbuhnya.

Menurutnya, selama ini Petungkriyono zona hijau, tiba-tiba menjadi orange bahkan menuju merah.

"Adanya hal itu kan jadi agak gimana. Mungkin kalau di bawah sudah biasa, namun di Petungkriyono ya luar biasa," ujarnya.

Farid mengungkapkan, penutupan tempat wisata dilakukan selama satu minggu.

"Wisata ini kan multiplier efeknya sangat signifikan. Ada anggun paris (angkutan wisata), kawan-kawan yang pedagang warung dan sebagainya itu kan harus kita perhatikan. Makanya kami mencoba untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Paling tidak dalam kondisi satu minggu ini Insya Allah ada perbaikan. Bahkan, pengelola wisata minta penutupan hingga 1 Juli 2021," ungkapnya.

Disebutkan, kasus Covid-19 di Kecamatan Petungkriyono bukan dari klaster wisata. Namun, akibat adanya mobilitas warga.

"Kebetulan ada kunjungan beberapa saudara dari luar kota, ada juga yang bepergian ke luar. Karena mobilitas warga. Makanya kita tidak menyebut ini klaster wisata," ucapnya.

Meskipun demikian, orang tanpa gejala tidak bisa diketahui. Untuk itu, sebagai upaya pencegahan tempat wisata ditutup sementara.

"Kalau hanya cek suhu, penyemprotan dan sebagainya kami mengapresiasi kawan-kawan di wisata sudah sesuai prokes semua.

Teman-teman petugas juga sudah memakai perlengkapan yang baik, cuci tangan di setiap sudut juga ada. Akan tetapi alangkah baiknya sekarang menjaga itu lebih baik preventif daripada represif," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved