Breaking News:

Bupati Kendal Perintahkan Semua Kades Bikin Isolasi Terpusat

Bupati Kendal Dico M Ganinduto memerintahkan semua pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan menyiapkan dan mengaktifkan tempat isolasi terpusat.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Bupati Kendal Dico M Ganinduto meninjau pelaksanaan isolasi mandiri bersama jajaran Forkopimda di Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu, Kamis (24/6/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal menggarap serius penanganan Covid-19 agar bisa menekan laju pertumbuhan kasus pada gelombang ke-2. Kali ini, Bupati Kendal Dico M Ganinduto memerintahkan semua pemerintah desa/kelurahan dan kecamatan menyiapkan dan mengaktifkan tempat isolasi terpusat bagi warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala.

Dico menegaskan, dengan tempat isolasi terpusat ini, Pemkab Kendal ingin memisahkan warga yang sudah terpapar Covid-19 dengan warga yang dinyatakan negatif. Mulai dari lingkungan keluarga, RT, RW, dan juga warga dalam satu gang ataupun dusun.

"Saat ini kita serius pencegahan, kita pastikan pemisahan antara yang positif Covid-19 dengan yang negatif melalui tempat isolasi terpusat. Saya minta semua desa/kelurahan dan kecamatan mengaktifkan ini," terangnya usai mengecek warga RT 2 RW 10 Perumahan Griya Pantura, Desa Sarirejo Kaliwungu yang menjalani isolasi mandiri, Kamis (24/6/2021).

Dico berharap, semua desa/kelurahan bisa menyiapkan sarana pendukungnya pekan ini. Sehingga, tempat isolasi terpusat yang dibentuk pemerintah desa dan kecamatan bisa digunakan sewaktu-waktu ketika ada warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala.

"PPKM mikro harus berjalan lagi maksimal. Dan saya gak mau lagi tercampur antara (warga) yang positif Covid-19 dengan yang negatif dalam satu tempat. Harus kita pisah semua, agar nanti penanganan Covid-19 di rumah sakit enggak menumpuk," tuturnya.

Sebagai conotoh, Dico bersama jajaran Forkopimda Kendal meminta kepada Kades Sarirejo dan ketua RW 10 Perumahan Griya Pantura agar menyiapkan tempat isolasi terpusat. Jajaran pemerintah desa bersama Satgas PPKM mikro dan tenaga kesehatan puskesmas diminta untuk tegas membawa warganya yang sudah terpapar Covid-19 menjalani isolasi di tempat yang sudah disediakan.

Dengan itu, semua warga yang positif Covid-19 tanpa gejala nantinya tidak menajalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing, melainkan di tempat terpusat. Gebrakan ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus dan memberikan kesempatan kepada warga lain yang tidak terpapar untuk beraktivitas normal sehari-hari.

"Langkah ini kita ambil karena di hulunya masih banyak yang tidak mau isolasi terpusat. Semua sudah ada tempat isolasi tepusat tiap desa, namun tidak dijalankan. Nanti warga yang isolasi di rumah-rumah akan diambil semua di tempatkan di tempat terpusat," tegasnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha menambahkan, isolasi mandiri di tempat terpusat juga bertujuan agar fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah desa tidak nganggur. Apalagi, hanya dijadikan sebagai bentuk laporan saja yang disediakan saat pejabat pemerintahan meninjaunya. 

Moh Toha menegaskan, tempat isolasi yang sudah sediakan harus benar-benar digunakan sebagai tempat isolasi warga yang terpapar Covid-19. Selanjutnya, tugas Satgas Jogo Tonggo, Satgas PPKM Mikro, dan Satgas Covid-19 kabupaten yang bertanggungjawab menyuplai kebutuhan makanan warga selama menjalani isolasi.

"Isolasi mandiri ini benar digunakan isolasi terpusat, tidak hanya dijadikan sebagai pantes-pantes saja, harus dioptimalkan. Nanti bantuan bahan pokok makanan di posko Satgas Covid-19 bisa didorong. Selain itu, desa juga bisa menganggarkan lewat dana desa 8 persen, kalau kurang dan dirasa perlu, kita ambilkan dari APBD," jelasnya. 

Selain menanggulangi masyarakat yang sudah terpapar Covid-19, Moh Toha juga mengingatkan agar Satpol PP bersama jajaran TNI Polri aktif dan tegas mengawasi semua kegiatan warga yang mendatangkan kerumunan. Petugas diminta bertindak tegas apabila ditemukan masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan dan tidak mengindahkan perintah bupati dalam rangka menekan laju pertumbuhan kasus virus corona di Kabupaten Kendal. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved