Breaking News:

Dinsos Karanganyar Gelar Sosialisasi Puskesos SLRT

Dinas Sosial bersama perwakilan dari Kementerian Sosial menggelar sosialisasi Pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) SLRT.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Acara Sosialisasi Puskesos SLRT bersama Kementerian Sosial di Aula Dinsos Karanganyar, Kamis (24/6/2021).  

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Sosial bersama perwakilan dari Kementerian Sosial menggelar sosialisasi Pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) di Aula Dinsos, Kamis (24/6/2021). 

Praktisi SLRT dari Kemensos, Puji Dwi Antono menyampaikan, Puskesos SLRT ini merupakan sistem layanan terpadu dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat yang mengalami kendala atau masalah sosial. 

Sistem tersebut terintegrasi dari tingkat desa, kecamatan, provinsi bahkan hingga pusat. Di setiap desa ada satu fasilitator yang akan menampung aduan dari masyarakat. Selanjutnya di tingkat kecamatan ada supervisor yang akan mengecek aduan dari masyarakat untuk kemudian diteruskan ke manajer yang ada di tingkat kabupaten/kota. 

"Misal ada (warga) yang kurang mampu dibanding tetangganya tapi tetangganya mendapatkan bantuan, dia bisa menyampaikan ke Puskesos," katanya kepada Tribunjateng.com. 

Lebih lanjut, nantinya petugas akan mengecek NIK dari yang bersangkutan apakah sudah valid maupun terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai syarat mendapatkan bantuan. 

Puji menuturkan, apabila yang bersangkutan belum terdaftar dalam DTKS dapat diusulkan melalui beberapa mekanisme seperti musyawarah desa/kelurahan kemudian diusulkan ke tingkat kabupaten dan sebagainya. 

Dia menjelaskan, petugas fasilitator, supervisor dan manajer penunjukannya diserahkan kepada Dinas Sosial. Nantinya mereka juga akan mendapatkan SK dari Dinsos. 

Sementara itu Kepala Dinsos Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan, nantinya petugas TKSK yang selama ini telah terjun ke masyarakat akan menjadi fasilitator untuk menampung keluhan masyarakat untuk kemudian diteruskan ke tingkat kecamatan dan kabupaten. 

"Sebenarnya ini (layanan terpadu) sudah berjalan, hanya saja ini baru dibentuk sistemnya," jelasnya. (Ais).

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved