Breaking News:

Berita Semarang

Hari Terakhir Pendaftaran PPDB Online SMA dan SMK di Jateng Banyak Keluhan, Ini Jawaban Disdikbud

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru online tingkat SMA dan SMK di Jawa Tengah berakhir Kamis (24/6).

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
tribunjateng/mahasiswa UIN Magang/Febbi Ferkhitilawati
ILUSTRASI. Antrean pendaftaran PPDB Online tingkat SMA di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA dan SMK di Jawa Tengah berakhir Kamis (24/6/2021). Hingga hari terakhir tersebut, masih banyak kendala yang dialami para siswa atau orang tua saat mendaftar.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tenga, Hari Wulyanto mengatakan, pelaksanaan PPDB online yang sudah digelar beberapa tahun tentunya belum bisa memuaskan semua pihak. Meskipun telah ada evaluasi tiap tahunnya.

"Sebaik apapun sistem PPDB ini pasti tidak bisa memuaskan semua pihak. Karena yang diterima atau daya tampung di SMA dan SMK negeri hanya 42 persen. Sisanya nanti ditampung SMA/SMK swasta," kata Hari, saat ditemui di SMKN 6 Semarang, Kamis (24/6/2021).

Daya tampung tersebut diambilkan dari total lulusan SMP negeri maupun swasta dan MTs negeri maupun swasta di Jawa Tengah yang mencapai 520.000 siswa.

Sementara pada PPDB online untuk 595 SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah ini hanya ada 265.000 lulusan yang mengambil token atau mendaftar.

"Yang tidak daftar, bisa jadi sudah mendaftar ke swasta atau MA. Atau bisa jadi tidak melanjutkan sekolah. Karena angka partisipasi melanjutkan ke SMA di Jateng ini hanya 78 persen, masih di bawah angka partisipasi nasional yang mencapai 82 persen," paparnya.

Hari menjelaskan, pelaksanaan PPDB online pada 2021 ini berdasarkan hasil evaluasi PPDB 2020 lalu yang notabene masih banyak persoalan. Hal itu karena tidak ada proses pendataan awal dan verifikasi data.

"Dari evaluasi tahun lalu, PPDB 2021 ini, kita buat tahapan sampai 3 kali agar data calon siswa benar-benar valid," jelasnya.

Validasi data calon siswa, lanjutnya, telah diatur sebagaimana jalur yang dibagi sesuai kuota. Yaitu jalur zonasi 55 persen, afirmasi 20 persen, prestasi dan tugas orang tua 25 persen.

"Verifikasi data kita jadwalkan 14-18 Juni kemarin. Namun sampai 19 Juni masih ada yang belum verifikasi. Kemudian kita tambah 2 hari untuk verifikasi sekaligus perbaikan," tambahnya.

Meski telah ada penambahan waktu, masih kata Hati, diketahui di lapangan masih ditemukan kesalahan data sehingga perlu dilakukan perbaikan kembali. Di antaranya terkait titik ordinat tempat tinggal yang tidak sesuai dengan aslinya.

Dikatakannya, Disdikbud Jawa Tengah tidak bisa menentukan titik ordinat tersebut. Titik ordinat sudah diinput oleh sekolah asal para calon siswa. Sehingga ketika mendaftar di PPDB SMA dan SMK, para siswa tinggal memasukkan data saja.

"Kalau ada kesalahan titik ordinat, itu dari sekolah asal. Karena pendataannya di sekolah asal, bukan di Disdikbud Jawa Tengah. Namun kami kembali memberikan waktu untuk perbaikan itu sampai pukul 15.00 WIB Kamis ini," lanjutnya.

Berbagai kesempatan untuk memperbaiki data telah diberikan Disdikbud Jawa Tengah. Hari berharap kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para calon siswa dan orang tua.

"Kalau masih ada yang tidak terinput, ya wallahu a'lam. Kami juga berharap kesempatan itu bisa dimanfaatkan orang tua untuk mendaftarkan anaknya," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved