Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Tegaskan Konsep Bergerak Bersama Jadi Kunci Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan bahwa konsep bergerak bersama dan kolaborasi merupakan salah satu kiat dalam memulihkan ekonomi perkotaa

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Walikota Semarang Hendrar Prihadi Live Instagram bertajuk Pemulihan Ekonomi Perkotaan Pasca Pandemi yang diselenggarakan oleh @klubbogorraya, Kamis (24/6). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menekankan bahwa konsep bergerak bersama dan kolaborasi merupakan salah satu kiat dalam memulihkan ekonomi perkotaan pasca Pandemi Covid-19.

Saling mengisi dan bertindak sesuai perannya antara Pemerintah, Pengusaha, Penduduk dengan segala ketokohannya, serta pewarta menjadi salah satu kuncinya dalam membawa Semarang kembali bangkit di masa pandemi.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi salah satu narasumber dalam Live Instagram bertajuk Pemulihan Ekonomi Perkotaan Pasca Pandemi yang diselenggarakan oleh @klubbogorraya, Kamis (24/6).

Hendi, sapaan akrab wali kota bersyukur saat pandemi menghantam, tidak hanya Pemerintah Kota Semarang saja yang bergerak, melainkan juga para pengusaha, komunitas, relawan dan penduduk yang bergiliran memberikan bantuan mulai dari sembako, obat, masker, dan penyemprotan desinfektan di sejumlah wilayah di Kota Semarang.

“Konsep bergerak bersama ini merupakan bagian dari warisan jaman dulu, yaitu gotong royong. Alhamdulillah masyarakat yang tergabung di dalam relawan Covid-19 ini memberikan bantuan tenaga dalam penyemprotan desinfektan. Sedangkan pemerintah kota menyediakan alat dan obatnya,” terangnya.

Dirinya juga mengungkapkan jika saat ini di Kota Semarang terjadi lonjakan angka yang luar biasa.

Dari 3 minggu terakhir, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 dari 200 hingga 300 orang kemudian meningkat menjadi 1.900 orang.

Artinya terjadi peningkatan sebesar 700% yang berdampak pula pada peningkatan kebutuhan tempat tidur dan tempat karantina.

Namun pihaknya bersyukur, karena saat ini mendapat tambahan bantuan tempat tidur sebanyak 500 unit dari asrama di UIN Walisongo, laboratorium kesehatan milik Unimus di Wonolopo, Mijen dan aula di gereja.

“Ini merupakan representasi dari konsep bergerak bersama dan kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Perjalanan masih panjang pandemi Covid belum selesai. Kita juga mengajak kawan-kawan untuk meningkatkan potensi UMKM agar perekonomian tetap berjalan. Seperti membeli jamu dan nasi bungkus dari pelaku UMKM untuk dibagikan kepada pasien karantina atau isoman,” ceritanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved