Breaking News:

Berita Solo

Kepala Daerah Solo Bertemu, Bahas Sinkronisasi Aturan dan Penanganan Covid-19 

Korem 074 Warastratama fasilitasi pertemuan forum komunikasi pimpinan daerah se-Solo Raya, di Makorem.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: sujarwo

"Hajatan kan ada yang dibatasi. Ada juga yang datang habis itu ambil makan, jadi berbeda-beda. Sehingga, nanti biar sama-sama," jelasnya. 

Deddy mencontohkan Wonogiri, penyelenggaraan hanya 10 orang, baik mempelai pria maupun wanita. 

"Sehingga itu nanti yang perlu disamakan. Selain itu di sini kan berbeda nih. Ada angkringan yang buka habis magrib, jam 22.00, dan pukul 02.00 juga," jelasnya. 

Menurutnya, jam operasional itu harus diatur. Sehingga nanti antara daerah itu tidak menjadi kecemburuan sosial. 

"Pak itu di Sragen kayak gini, di Karanganyar kayak gini. Itu memang yang kita harus luruskan, bersama-sama bersinergi sehingga, nanti 2 minggu ke depan angkanya semakin menurun," ungkapnya. 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, semua kepala daerah sudah berkumpul untuk membahas penanganan Covid-19. 

"Yang jelas Beliau-beliau ini kompak agar aturan ini tidak beda-beda. Kita semua harus kompak," tuturnya. 

Sementara, lanjut Gibran, tempat pariwisata, hajatan, jam operasional, warung, dan lain-lain semua harus kompak. 

"(SE PPKM Mikro, red) belum saya tanda tangani. Kalau pembelajaran tatap muka (PTM) saya masih optimis. Masih bisa ditekan. Solo kan belum zona merah," jelasnya. 

Terkait PTM, lanjut Gibran, tapi kalau sekira nanti tidak memungkinkan tidak akan dipaksakan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved