Breaking News:

Berita Tegal

Musim Kemarau Tapi Hujan Tetap Terjadi di Tegal Raya, Ini Penjelasan BMKG

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Sri Nurlatifah, memberikan penjelasan atas fenomena tersebut

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Hujan sedang mengguyur wilayah Desa Balamoa, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Kamis (24/6/2021) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Wilayah Tegal Raya dalam satu minggu terakhir kerap mengalami hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. 

Hujan terkadang mengguyur pada pagi hari dan malam hari. 

Selain itu suhu udara pada pagi hari pun terasa lebih dingin. 

Padahal semestinya pada Juni 2021 merupakan musim kemarau. 

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal, Sri Nurlatifah, memberikan penjelasan atas fenomena tersebut. 

Sri menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh adanya gangguan atmosfer.

Seperti pengaruh dari Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif dan Gelombang Rosby.

Gangguan atmosfer tersebut memberikan massa uap air yang besar di wilayah Jawa. 

Sehingga yang semestinya kering jutru menjadi lebih basah pada periode ini.

"Itulah sebabnya terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir di beberapa wilayah belakangan ini. Termasuk di wilayah Tegal Raya," kata Sri kepada tribunjateng.com, Kamis (24/6/2021). 

Menurut Sri, Indonesia saat ini masih berada dalam musim kemarau. 

Namun bukan berarti tidak ada hujan.

Sri mengimbau, masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada.

Karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi. 

"Masih ada warning hujan sedang hingga lebat terjadi di Jawa Tengah, termasuk Tegal. Jadi masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved