Breaking News:

Penanganan Corona

Pemerintah Sebut Biaya Lockdown Mahal, Segini Perkiraannya Menurut Jokowi

Lockdown tidak dipilih oleh pemerintah karena biayanya yang mahal. Ini perkiraannya

Editor: M Syofri Kurniawan
TribunJateng.com/Budi Susanto
Presiden Jokowidodo, didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, serta Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menyampaikan tujuan percepatan vaksinasi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat (11/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Pemerintah memilih untuk tidak menerapkan pembatasan aktivitas berskala besar atau lockdown dalam mengatasi meningkatnya kasus Covid-19 akhir-akhir ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM Mikro) masih merupakan keputusan yang paling tepat untuk menangani Covid-19.

Menurutnya, PPKM Mikro tidak mematikan ekonomi rakyat.

Baca juga: Guru Besar UGM Ingatkan Jangan Asal Konsumsi Obat untuk Covid-19, Ini Penjelasannya soal Ivermectin

"Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan Covid-19, karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," kata Jokowi dalam video pernyataannya yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu (23/6/2021).

Dikatakan Jokowi, PPKM Mikro belum efektif menekan kasus Covid-19 karena pelaksanaannya masih belum menyeluruh di beberapa daerah.

Jokowi pun meminta kepada setiap kepala daerah untuk memperkuat PPKM Mikro dan posko Covid-19 pada masing-masing wilayah.

 
"Saya minta kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota untuk meneguhkan komitmennya untuk mempertajam penerapan PPKM Mikro," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan lockdown tidak dipilih oleh pemerintah karena biayanya yang mahal.

"Kita hargai pandangan orang (yang mengusulkan) lockdown, tapi virusnya masih di situ."

"Kita lockdown sekarang, nanti penularan berikutnya, seterusnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved