Breaking News:

Pemkab Kendal Pastikan Stok Oksigen Aman

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto memastikan bahwa stok oksigen di rumah sakit Kendal aman.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Ilustrasi tabung oksigen. 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal, Dico M Ganinduto memastikan bahwa stok oksigen di rumah sakit Kendal aman.

Meskipun kebutuhan pemakaian meningkat, katanya ketersediaan oksigen masih tercukupi.

Khususnya di RSUD dr Soewondo dan RSI Muhammadiyah Kendal yang memiliki tabung penyimpanan.

Kata Dico, masyarakat tak perlu khawatir terkait ketersediaan oksigen.

Selain di rumah sakit, petugas kesehatan juga telah menyiapkan oksigen di rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) untuk membantu perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sesak nafas ringan hingga sedang. 

"Ketersediaan oksigen Kendal aman. Nanti tahapannya, pasien Covid-19 menderita gejala berat ke rumah sakit, kalau yang gejala sedang - ringan di RSDC dengan bantuan oksigen juga, sudah disiapkan," ujarnya, Kamis (24/6/2021).

Terpisah, Pemerintah Desa Sarirejo Kecamatan Kaliwungu mengambil langkah antisipatif dengan membeli dua tabung oksigen dari anggaran 8 persen dana desa untuk penanganan Covid-19.

Kebijakan tersebut diambil setelah banyak warga Sarirejo terpapar Covid-19 dan mengalami gejala sesak nafas.

Sementara ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit penuh.

Kasi Pemerintahan Desa Sarirejo, Eko Doni Kusmono mengatakan, dua tabung oksigen itu terus berputar digunakan warganya yang mengalami sesak nafas selama isolasi mandiri.

Dalam pengoperasiannya, dipandu oleh bidan sesa dan Satgas Covid-19 tingkat desa. 

Pihaknya juga siap melakukan isi ulang oksigen dengan menggunakan sisa anggaran yang ada. "Sekarang saja masih dipakai semua sama warga. Kalau dihitung sejak awal beli, sudah ada 10 orang mengalami sesak nafas dan terbantu dengan adanya tabung oksigen ini," ujarnya.

Eko menuturkan, adanya tabung oksigen bermula dari kebutuhan mendesak masyarakatnya. Katanya, dari 87-an warga yang saat ini masih aktif menjalani isolasi mandiri, beberapa di antaranya dirawat di rumah sakit karena mengalami gejala berat. 

Warga yang membutuhkan fasilitas oksigen tinggal pakai tanpa dipungut biaya apapun. "Semua kebutuhan, perlengkapan termasuk isi ulang oksigen ditanggung pemerintah desa. Masyarakat tinggal memakainya," terang Eko. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved