Breaking News:

Berita Karanganyar

DKK Karanganyar Lakukan Pemeriksaan Kandungan Pestisida dalam Darah Para Petani

DKK Kabupaten Karanganyar melakukan pemeriksaan cholinesterase guna mengecek kandungan residu pestisida dalam darah petani.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Petugas dari DKK Karanganyar memeriksa kandungan pestisida dalam darah petani sayur di Kabupaten Karanganyar, Jumat (25/6/2021). 

Penulis: Aguw Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Karanganyar melakukan pemeriksaan cholinesterase guna mengecek kandungan residu pestisida dalam darah petani.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Karanganyar, Nuk Suwarni menyampaikan, pemeriksaan dilakukan terhadap petani sayur yang berada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso, dan Jenawi.

Total ada 40 petani yang diambil sampel darahnya guna untuk mengetahui kadar kandungan pestisida. Pemeriksaan tersebut dilakukan pada pekan lalu.

Baca juga: Belasan Warga Semarang Ingin Adopsi Bayi Perempuan Dibuang dalam Kardus Sepatu, Kondisinya Sehat

Baca juga: Menengok Toko Legendaris Maganol, Jual Layang-layang di Kota Samarang, Ini Arti Maganol

Baca juga: 421 Anak di Batang Positif Covid-19, Rentang Usia 1 Bulan Hingga 18 Tahun

"Hasilnya petani Jenawi dari 20 petani, yang normal 17 orang. 3 orang di atas ambang batas aman.

Kalau petani di Ngargoyoso normal semua," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Jumat (25/6/2021).

Selain petani di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi, rencananya DKK juga akan melakukan pemeriksaan kandungan pestisida dalam darah terhadap petani di wilayah Kecamatan Tawangmangu pada Juli 2021.

Dia menuturkan, efek yang muncul apabila kadar pestisida dalam darah melebihi ambang batas biasanya akan menimbulkan gejala ringan seperti pusing.

Akan tetapi apabila berkepanjangan bisa mengakibatkan hipertensi dan gejala seperti keracunan. 

"Upaya preventif kalau sudah melebihi ambang batas, bisa diturunkan dengan minimalisir atau tidak bersinggungan dengan pestisida dulu dalam kurun waktu tertentu. Istirahat cukup dan konsumsi makanan sehat," ucapnya. 

Baca juga: 90 Warga Pekalongan Meninggal Dunia Gegara Corona dalam 1 Bulan

Baca juga: Detik-detik Kerumunan Sabung Ayam Kocar-kacir Dengar Sirine, Dikira Polisi Razia

Nuk sapaan akrabnya mengimbau kepada para petani supaya konsisten menggunakan peralatan lengkap seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots guna meminimalisir potensi keracunan pestisida.

Serta setelah melakukan penyemprotan diharapkan tidak langsung beraktivitas lain seperti makan sebelum steril betul.

"Sebenarnya mereka (petani) tahu. Saat menyemprot harus pakai masker, sarung tangan dan lainnya. Tapi kurang konsisten," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved