Breaking News:

Berita Jepara

Dokkes Polda Jateng Latih Nakes dan Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Jepara

Dokkes Polda Jateng beri pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada nakes dan relawan di Jepara. 

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
Istimewa
Sejumlah relawan dan nakes mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 di Alun-alun Jepara. Pelatihan ini digelar Dokkes Polda Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dokkes Polda Jawa Tengah memberi pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada sejumlah nakes dan relawan di Jepara.

Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti saat memberikan keterangan kepada Tribun Jateng sesuai memberi pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada nakes dan relawan di Jepara.
Kabiddokkes Polda Jateng Kombes Sumy Hastry Purwanti saat memberikan keterangan kepada Tribun Jateng sesuai memberi pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 kepada nakes dan relawan di Jepara. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN)

Pelatihan ini diberikan sebagai langkah antisipasi peningkatan kematian pasien Covid-19. Selain itu juga untuk menambah tenaga pemulasaran jenazah Covid-19 di Jepara yang jumlahnya terbatas.

Kabiddokkes Polda Jawa Tengeh Kombes Sumy Hastry Purwanti pelatihan ini atas perintah Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi. 

Peserta yang mengikuti pelatihan, kata dia, diajari menyemprot disinfektan kepada jenazah, mengkrep plastik, dan mengkafani jenazah. Setelah mengikuti pelatihan ini, Hastry berharap teman-teman di lapangan tidak takut lagi dengan jenazah Covid-19.

”Kita latih teman-teman. Intinya caranya yang benar dan tidak menulari teman-teman yang memandikan, mengafani, yang mengangkat peti, dan yang menggali makam. Kalau ada pengertian seperti jenazahnya sudah aman, tidak perlu takut lagi,” kata Hastry kepada Tribun Jateng sesuai memberi pelatihan, Kamis, (24/6/2021).

Menurut Polwan berpangkat melati tiga ini, penanganan jenazah Covid-19 harus cepat. Jenazah harus dimakamkan sebelum enam jam karena proses pembusukan berjalan.

Kalau lebih enam jam dikatukan cairan di tubuh keluar. Itu yang mudah menulari. Penanganannya, lanjut dia, harus pakai peralatan protokol kesehatan yang lengkap.

Hastry berharap peserta yang mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 ini bisa menularkan ilmunya kepada tenaga kesehatan dan rekan-rekan garda terdepan, seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan nakes di puskesmas. Dengan begitu, kata dia, kita tidak kekurangan tenaga yang mengurusi jenazah Covid-19. 

Dia menambahkan pihaknya akan muter dari Polres ke Polres untuk memberi pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19. Dengan demikian, ucapnya, tenaga pemulasaran jenazah bisa terpenuhi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved