Breaking News:

Berita Internasional

Etiopia Lancarkan Serangan Udara di Sebuah Pasar di Tigray, 64 Orang Tewas dan 180 Lainnya Terluka

“Serangan udara terjadi di area pasar, sehingga banyak, banyak orang terluka,” kata Mulu Atsbaha.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Foto dari video yang memperlihatkan seorang korban diduga akibat serangan udara Etiopia, tiba dengan ambulans di Rumah Sakit Rujukan Ayder, Mekele, region Tigray pada Rabu (23/6/2021).(AP PHOTO) 

TRIBUNJATENG.COM, TOGOGA - Etiopia melancarkan serangan udara di pasar wilayah Tigray yang dilanda perang.

Sebanyak 64 orang tewas dan 180 luka-luka akibat serangan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh kata petugas kesehatan setempat kepada AFP, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Bidan Debi, Sehari-hari Kerja di RS, Siapa Sangka Ia Pengendali Aliran Dana Bandar Narkoba Palembang

“Serangan udara terjadi di area pasar, sehingga banyak, banyak orang terluka,” kata Mulu Atsbaha, penasihat kesehatan ibu dan anak pemerintah daerah Tigray.

Sebelumnya, serangan pada Selasa (22/6/2021) di kota Togoga juga menyebabkan 180 orang terluka, tambah Mulu.

Dia mengatakan, jumlah korban dikumpulkan dari penduduk kota Togoga, 30 kilometer barat laut ibu kota regional Mekele, dan dikonfirmasi dengan para pemimpin lokal.

Juru bicara militer Etiopia pada Kamis berkata, mereka melakukan serangan di Togoga, tetapi menyebut sasarannya adalah milisi pemberontak.

"Kami tidak setuju bahwa operasi ini menargetkan warga sipil," kata Kolonel Getnet Adane kepada AFP, bersikeras bahwa mereka yang terluka atau tewas adalah milisi berpakaian sipil.

Para penyintas dan petugas kesehatan menggambarkan ledakan udara yang menghantam pasar saat sedang ramai, menewaskan dan melukai puluhan, termasuk anak-anak.

PBB menyerukan penyelidikan mendesak atas serangan itu.

Serangan udara terjadi saat penghitungan suara sedang berlangsung setelah pemilihan nasional pada Senin (21/6/2021) di Etiopia.

Namun, konflik di Tigray berarti tidak ada pemungutan suara di sana, dan wilayah tersebut mengalami eskalasi pertempuran beberapa hari terakhir.

Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray pada November untuk menggulingkan pemimpin regional yang membangkang, dan menjanjikan kemenangan cepat.

Akan tetapi hampir delapan bulan kemudian pertempuran masih berlanjut, yang memicu krisis kemanusiaan dengan peringatan PBB bahwa 350.000 orang berada di ambang kelaparan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serangan Udara Etiopia di Pasar Tigray: 64 Orang Tewas, 180 Luka-luka"

Baca juga: Seorang Gadis Dirudapaksa di Polsek, Berawal Larut Malam Dijemput Pakai Mobil Patroli

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved