Penanganan Covid 19

Hasil Genome Sequencing Keluar, Ganjar Sebut Adanya Varian Delta Masih Ditemukan di Kudus Saja

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebut, hasil pemeriksaan spesimen whole genome sequencing (WGS) terbaru corona varian Delta hanya ada di Kudus.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Pemkab Kudus
Bupati Kudus, HM Hartopo mengecek pelayanan warga yang melaksanakan isolasi di Rusunawa Bakalankrapyak, Kamis (24/6/2021). 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut, hasil pemeriksaan spesimen whole genome sequencing (WGS) terbaru menemukan bahwa corona varian Delta hanya ditemukan di Kudus.

Menurutnya, spesimen yang diambil dari beberapa daerah di Jateng, hasilnya bukan varian Delta.

"Sampai hari ini, baru yang ada (Delta) di Kudus. Kemarin sampel untuk genome sequencing hampir semua wilayah di Jateng diambil. Dan yang sudah jadi, (keluar) hasilnya negatif. Tidak ada varian baru," kata Ganjar dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Namun demikian, kata dia, belum semua sampel yang dikirim telah keluar hasilnya.

Baca juga: Tahan Sakit Belasan Tahun, Kista Seberat 12 Kilogram Berhasil Dikeluarkan dari Tubuh Riswati

Baca juga: Polisi Buru Pembuang Bayi Malang di Tepi Jalan Area Beringin Ngaliyan Semarang, CCTV Diperiksa Semua

Baca juga: Video Bayi Perempuan Dibuang di Dalam Kardus Sepatu di Tepi Jalanan Area Bringin Semarang

Tetapi, sebagian besar sudah keluar dengan hasil negatif varian Delta.

"Kami masih menunggu, tapi mudah-mudahan tidak," kata Ganjar.

Meski varian delta hanya ada di Kudus, namun ia tetap meminta semua daerah untuk siaga.

Masyarakat diminta tetap tertib menjalankan 5M dan pemerintah diminta meningkatkan 3T.

"Digenjot saja, kalau semua daerah merah bisa melakukan itu, maka akan cepat. Begitu ketahuan, segera mikrozonasi. Lockdown tingkat RT harus dilakukan. Sebanyak-banyaknya RT di-lockdown tidak apa-apa, laporkan ke kami nanti akan kami bantu, termasuk bantuan Babinsa/ Bhabinkamtibmas untuk menjaga. Sehingga efektivitasnya bisa optimal," tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, hampir semua daerah di Jateng sudah mengirimkan sampel genome squencing. Namun hasil yang dinyatakan positif varian Delta baru di Kudus.

Baca juga: RSUD Kota Bekasi Penuh, Pasien Tidur di Tempat Parkir Hingga Dokter Periksa Pasien di Bak Pikap

Baca juga: Nova Balik Kampung ke Sragen, Jadi Maling, Andalkan Keahlian Memantau Mobil Tak Dikunci

Baca juga: 21 Warga Petungkriyono Pekalongan Positif Corona, Obyek Wisata Alam Langsung Tutup

"Yang positif varian delta sementara baru di Kudus. Memang belum semua hasilnya keluar, termasuk kemarin kami kirim 40 sampel lagi. Waktu pemeriksaannya kan cukup lama, sekitar dua minggu. Jadi kami masih menunggu," katanya.

Yulianto mengatakan, spesimen yang telah dikirim untuk pemeriksaan WGS antara lain dari Kota Semarang, Magelang, Solo, Brebes, Sragen. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved