Breaking News:

Berita Solo

Polisi Sebut Kemungkinan Tersangka Bertambah dalam Kasus Pengeroyokan di Warung Petrojayan

Satreskrim Polresta Solo terus melakukan penyidikan terhadap kasus penyerangan dan pengerusakan sebuah warung makan di Petrojayan, Serengan.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
Istimewa
Seorang pelaku pengeroyokan dan perusakan sebuah warung di Petrojayan, Serengan, Solo berinsial AMK (19). 

Penulis: Muhammad Sholekan

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satreskrim Polresta Solo terus melakukan penyidikan terhadap kasus penyerangan dan pengerusakan sebuah warung makan di Petrojayan, Serengan, Rabu (13/6/2021) lalu.

Diketahui, saat ini sudah ada 1 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, yakni AMK (19) warga Baluwarti, Pasar Kliwon.

"Kami terus mengumpulkan keterangan dari tersangka dan juga mengumpulkan sejumlah barang bukti. Ada kemungkinan memang (tersangka, red) bertambah," ucap Kasatreskrim, AKP Djohan Andika, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Buruan Daftar, Disdagnakerkop UKM Karanganyar Dapat Kuota 5.000 Dosis Vaksin Untuk Pelaku Usaha

Baca juga: PR Sukun Bantu Perbaikan Ruang PCR RSUD Loekmono Hadi Kudus

Baca juga: Okupansi RS Semarang di Atas 90 Persen, Dinkes Imbau Pasien Covid-19 Tak Bergejala Isolasi Mandiri

Mantan Kasatreskrim Polres Jepara itu menjelaskan, selain tersangka, penyidik juga mendalami keterangan sejumlah saksi dan korban.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari korban maupun pemilik warung, antara korban dan tersangka tidak saling mengenal.

"Tapi kita terus menggali keterangan dari satu tersangka yang sudah kita amankan," jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan kronologi awal kasus pengeroyokan dan penganiayaan itu saat tersangka dan rekan-rekannya tiba-tiba mendatangi sebuah warung makan.

Ade menyebut, saat ini pihaknya masih memburu otak aksi pengeroyokan.

Hal itu dikarenakan, lanjut Ade, diprediksi tersangka datang menggunakan sebanyak 6 sepeda motor.

“Warung dalam keadaan ramai, kelompok pelaku datang merusak dan menganiaya hingga ada 5 orang korban terluka,” tandasnya.

Baca juga: Keluarga Tolak Isolasi di RS, Lansia Terkonfirmasi Covid-19 di Tegal Meninggal Dunia

Baca juga: Cerita Hubungan Sedarah di Rumah Petak, Terungkap Setelah Warga Temukan Ceceran Harah

Baca juga: Bupati Tiwi Sebut Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi RS di Purbalingga Sudah 70 Persen

Akibat kejadian itu, tersangka dijerat Pasal 170 ayat (1) dan (2) junto Pasal 56 atau Pasal 169 ayat (1) KUHP, dan Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan dan kekerasan dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved