Breaking News:

Berita Jepara

Cerita Perajin Monel Khas Jepara, Raup Omzet Puluhan Juta, Dipesan dari Berbagai Negara

abupaten Jepara tidak melulu soal ukiran kayu. Di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, sejumlah anak muda menjalankan bisnis kerajinan monel. Tidak t

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG/YUNAN SETIAWAN
Zaqi Nurrahman (27), pengrajin monel di Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Jepara, sedang menggergaji papan monel. Dalam sehari ia mengaku bisa mendapat 10 pesanan. (TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN). 

"Dengan ada pemasaran online ini jumlah pembeli semakin banyak dan dari daerah yang beragam," kata yang sudah menggelulit bisnis ini selama 15 tahun.

Dari onlineshop ini juga, dia mengaku bisa mengirim pesanan ke hampir wilayah Indonesia. Bahkan ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia juga pernah.

Dia menceritakan, rata-rata dalam sehari bisa mengirim paket 10 pesanan. Jumlah itu bisa naik-turun tergantung kondisi pasar. 

Dia mengakui selama pandemi corona melanda Indoensia 1,5 tahun ini berdampak pesanan turun. 

Warisan Ilmu dari Orangtua

Kepada Tribun Jateng, Zaqi dan Luqman mengaku belajar bisnis kerajinan monel ini dari orangtua atau saudara.

Menurut Luqman, Desa Kriyan memang dikenal sebagai sentra perajin monel.

Tidak heran jika saat ini banyak anak muda yang menggeluti bisnis ini karena mereka dulu diajari oleh orangtua atau saudara masing-masing.

Hal senada juga diungkapkan Zaqi. Menurutnya, sejak anak-anak sudah terbiasa melihat orang-orang bekerja sebagai pengrajin monel. Lambat laun, ia mendapat ilmu perihal kerajinan monel dari saudaranya.

"Ilmunya turun temurun. Belajar monelan ini dulu sama orang yang lebih tua, yang lebih berpengalaman," tandasnya.(yun)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved