Ekonom Undip Semarang: PPKM Mikro Jateng Harus Dibarengi Subsidi UMKM dan Konsumen

Ekonom Undip Nugroho meminta pemerintah untuk memberikan subsidi bukan hanya pada pelaku usaha, melainkan juga konsumen.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Salah satu pedagang sembako di Pasar Karangayu Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lonjakan kasus Covid-19 mendorong pemerintah untuk melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Di Jawa Tengah, tidak hanya PPKM Mikro.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menyerukan adanya lockdown mikro untuk daerah yang menunjukkan data epidemiologi mendukung sebagai solusi dalam menekan lonjakan kasus Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Ekonom dari Universitas Diponegoro (Undip) Nugroho SBM mengatakan, perlu adanya ketegasan dan kekonsistenan pemerintah dalam menerapkan kebijakan tersebut.

"PPKM mikro dan lockdown mikro akan efektif jika diterapkan secara tegas dan konsisten karena di Jawa Tengah banyak zona merah.

Kalau mau diterapkan ya harus ketat penerapannya dengan melibatkan aparat militer dan polisi. Perlu dicegah penduduk dari zona merah untuk masuk ke zona non merah," kata Nugroho kepada tribunjateng.com, kemarin.

Nugroho menyatakan, pada dasarnya dirinya pun setuju dengan seruan pemerintah untuk melakukan PPKM mikro hingga lockdown mikro.

Dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat skala kecil, kata dia, laju perekonomian masyarakat akan tetap berjalan meski terjadi cukup lambat.

Oleh sebab itu ia mengingatkan, perlu adanya solusi di antaranya berupa subsidi dari pemerintah daerah mengingat dampak ekonomi yang ditimbulkan akan secara langsung dirasakan masyarakat.

"Pengaruhnya pada kegiatan ekonomi tentu ada, yaitu sedikit menurun. Untuk itu dibutuhkan subsidi dari pemerintah khususnya untuk UMKM di samping (bantuan) dari pemerintah pusat," ujarnya.

Ia juga mengingatkan, dengan adanya PPKM mikro dan lockdown mikro tentunya akan berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Hal itu sebab kata dia, ada potensi kenaikan harga saat diterapkannya PPKM mikro hingga lockdown mikro.

Sehingga, ia pun meminta pemerintah untuk memberikan subsidi bukan hanya pada pelaku usaha, melainkan juga konsumen.

"(Adanya PPKM mikro), kontak langsung dibatasi dan jam operasional usaha dibatasi. Begitu juga kapasitas pengunjung hotel dan restoran juga dibatasi.

Untuk mengompensasi pendapatan yang turun maka pedagang dan pengusaha akan menaikkan harga. Ini tentu akan mengurangi daya beli konsumen. Maka, subsidi untuk konsumen yang kurang mampu juga perlu.

Kalau PPKM berhasil diterapkan secara ketat dan penderita Covid-19 mulai melandai, maka bisa dilonggarkan bertahap sehingga ekonomi akan pulih secara bertahap," paparnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved