Breaking News:

Berita Semarang

Semarang Zona Merah, Masjid Agung Jawa Tengah Tetap Selenggarakan Ibadah, Wisata Religi Juga Dibuka

MAJT Kota Semarang menetapkan kebijakan tetap menyelenggarakan ibadah seperti biasa. Objek wisata religi juga tetap dibuka.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Tribunjateng.com/Like Adelia
MAJT 

 Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Kota Semarang menetapkan kebijakan tetap menyelenggarakan ibadah seperti biasa. Objek wisata religi juga tetap dibuka.

Namun demikian, segala aktivitas di MAJT dilakukan dengan disertai pengetatan protokol kesehatan.

Begitu pun siapa saja yang masuk ke kawasan MAJT harus mematuhi protokol.

"Pemberlakuan prokes ketat tersebut seiring makin mengganasnya Pandemi Covid-19 di Jawa Tengah termasuk Kota Semarang," kata Ketua Pelaksana Pengelola (PP) Masjid Agung Jawa Tengah, Prof KH Noor Achmad, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/6/2021).

Baca juga: Bayi dalam Kardus Sepatu Merah Ngaliyan Diadopsi PNS Polrestabes Semarang

Baca juga: Ingat Ervia Lubis Istri Hilang dan Suami Bikin Sayembara Rp 150 Juta? Sudah Ditemukan di Pulau Jawa

Baca juga: Pelatih PSIS Dragan Lakukan Rotasi Pemain saat Lawan PSIM

Ia menjelaskan, PP MAJT mempertimbangkan tidak melakukan penutupan, dengan alasan, selama ini banyak pengunjung MAJT yang hanya sekadar melaksanakan shalat rawatib lima waktu.

Pengunjung sengaja mampir untuk salat. Biasanya yang berkunjung adalah mereka yang tengah perjalanan ziarah ke situs-situs Islam di pantura.

"Mengingat hanya sekadar mampir salat, maka kita tidak bisa melarang. Apalagi MAJT juga tidak memberlakukan tiket tanda masuk, kecuali sebatas tiket parkir. Namun PP MAJT memberlakukan batasan waktu kunjungan seuai Surat Edaran Wali Kota Semarang, yang berlaku mulai 22 Juni 2021 yakni hingga pukul 20.00 WIB," jelasnya.

Terkait protokol kesehatan yang diperketat, Prof Noor Achmad menegaskan, baik karyawan, pengurus, jemaah lokal maupun pengunjung MAJT wajib mengenakan masker rangkap atau dobel. Kecuali masker yang memenuhi standar kesehatan, semisal KN95, yang sudah dinyatakan aman.

"Terhitung mulai Sabtu (26/6/2021), pintu masuk MAJT dijaga ketat petugas prokes," kata pria yang juga Ketua Baznas RI ini.

Menurutnya, diwajibkannya pemakaian masker rangkap untuk siapapun yang memasuki kawasan MAJT, untuk merespons lonjakan kasus covid serta daya tular Covid-19 varian Delta yang disebut lebih ganas.

Baca juga: Chord Kunci Gitar Me to You You to Me Mido and Falasol

Baca juga: Hendi Mulai Vaksinasi Corona Masyarakat Umum di Kota Semarang

"Sepanjang masyarakat tertib dalam menaati prokes, maka MAJT tetap terbuka untuk umum. Termasuk pemanfaatan convention hall, maupun situs-situs lainnya di kawasan tersebut," ujarnya.

Ia juga menegaskan, peringatan hari raya Islam, semisal Iduladha, tetap diadakan seperti biasanya.

Pada salat Idul Adha 1442 Hijriyah yang jatuh pada 20 Juli 2021, akan bertindak sebagai khatib yakni KH Hanief Ismail, selaku Wakil Ketua PP MAJT yang juga Rais Suriah PWNU Kota Semarang.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved